SEKOLAH UNGGULAN DENGAN MANAJEMEN UNGGUL

Setiap tahun ajaran baru banyak sekali promosi dari berbagai sekolah baik dari tingkat kelompok bermain sampai sekolah menengah atas yang mengklaim sekolahnya sebagai sekolah unggulan. Ada yang merasa unggul di bidang akademik dengan menampilkan lulusannya yang diterima diberbagai sekolah maupun perguruan tinggi ternama, ada yang merasa unggul di bidang pembentukan karakter, agama, bahkan ada yang merasa unggul di semua bidang. Sebenarnya sah-sah saja sekolah-sekolah tersebut mengklaim dirinya sebagai sekolah unggulan asal sesuai dengan kenyataan saja, bukan sekedar promosi yang menjebak para stakeholder (orang tua dan peserta didik) untuk mendaftar ke sekolah tersebut.

Pada kenyataannya, tidak semua promosi yang dilakukan oleh sekolah tersebut benar adanya. Banyak para orang tua dan peserta didik yang merasa telah tertipu dengan promosi yang dilakukan sekolah tersebut, mulai dari buruknya fasilitas, sumber daya guru yang tidak sesuai, program sekolah yang carut marut, bahkan sampai manajemen sekolah yang tidak jelas. Hal ini tentu saja akan membuat proses belajar mengajar menjadi tidak kondusif dan membuat input peserta didik yang bagus menjadi tidak optimal dalam proses pengembangannya. Kalau dipikir secara logika bagaimana mau menghasilkan output yang bagus kalau dalam diri sekolah tersebut saja masih banyak masalah.

Dalam tulisan ini saya mencoba menyoroti bagaimana sekolah yang unggul dilihat dari manajemen yang ada, karena dari beberapa sekolah yang memang unggul selalu didukung oleh manajemen yang unggul.

Sekolah unggul adalah sekolah yang dikembangkan untuk mencapai keunggulan dalam keluaran (output) pendidikannya. Keunggulan dalam keluaran yang dimaksud meliputi kualitas dasar (daya pikir, daya kalbu, dan daya pisik) dan penguasaan ilmu pengetahuan, baik yang lunak (ekonomi, politik, sosiologi, dsb.) maupun yang keras (matematika, fisika, kimia, biologi, astronomi) termasuk penerapannya yaitu teknologi (konstruksi, manufaktur, komunikasi, dsb.).

Kata unggul pada sekolah itu sendiri sudah mennunjukan ada program kegiatan pembelajaran yang diunggulkan baik akademik,maupun non akademik. Sekolah unggul dapat memberikan gambaran konkrit dari kegiatannya (reason for being )yang menjelaskan keberhasilan mencapai prestasi melalui program  sekolah bersangkutan.Aktivitas kegiatan persekolahan mencerminkan inti sari dari keunggulan yang diunggulkan dari program sendiri dan sekolah lain.

Secara umum, sekolah unggul memiliki keunggulan-keunggulan dalam input (siswa dan masukan instrumental), proses belajar mengajar, dan output (hasil belajar) yang ditunjukkan oleh kepemilikan kecerdasan majemuk (multiple intelligences). Sperry (1981) membagi kecerdasan majemuk menjadi: (1) otak kiri lebih cenderung berpikir logic, sequential, linear, analytic, reasoning, explicit, dan calculation, (2) otak kanan cenderung berpikir intuition, images, visual, spatial, creative, holistic, colour,  dan emotion.

Warga sekolah memahami, menghayati, dan mempraktekkan sekolah sebagai sistem sehingga hasil kerja sekolah disadari sebagai hasil upaya kolektif warga sekolah. Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi sehingga dibutuhkan teamwork yang kompak, cerdas, dan dinamis;

Sekolah memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap prestasi belajar peserta didiknya, profesionalisasi pendidik dan tenaga kependidikan menjadi fokus perhatian, proses belajar mengajar yang efektif menjadi fokus perhatian sekolah, Kepemimpinan dan manajemen sekolah sangat professional, Sekolah mempertanggungjawabkan hasil belajar kepada publik (akuntabilitas), Sekolah memiliki komunitas belajar yang kuat, Jaminan mutu merupakan komitmen warga sekolah terhadap publik yang ditunjukkan oleh kualitas desain, pelaksanaan, dan evaluasi rencana pengembangan sekolah (RPS), Sekolah menerapkan prinsip-prinsip tata pengelolaan (partisipasi, trans-paransi, akuntabilitas, dsb.), Visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah dimiliki bersama oleh warga sekolah, Sekolah menerapkan organisasi belajar .

Sekolah unggul bertujuan untuk menghasilkan keluaran pendidikan yang memiliki keunggulan-keunggulan dalam: (1) kualitas dasar yang meliputi daya pikir, daya kalbu, dan daya pisik, (2) kualitas instrumental yang meliputi penguasaan ilmu pengetahuan (lunak dan keras termasuk terapannya yaitu teknologi, kemampuan berkomunikasi, dsb., dan (3) kemampuan bersaing dan bekerjasama dengan bangsa-bangsa lain.

Selain itu, sekolah unggul juga ditujukan untuk  menyiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan/ kompetensi kunci untuk menghadapi era regionalisasi/ globali-sasi, yaitu: (1) memiliki kemampuan dasar yang kuat dan luas, (2) mampu mengumpulkan, menganalisis, dan menggunakan data dan informasi, (3) mampu meng-komunikasikan ide dan informasi,

Pengembangan sekolah unggul harus dilakukan secara kolektif sehingga perlu melibatkan stakeholders dalam pendidikan, baik politikus, birokrat (terutama dinas pendidikan kabupaten/kota), akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, orangtua siswa, dsb.

Keunggulan sekolah terletak pada bagaimana cara sekolah memanajemen sekolah sebagai organisasi. Maksudnya adalah bagaimana struktur organisasi pada sekolah itu disusun, bagaimana warga sekolah berpartisipasi, bagaimana setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab yang sesuai dan bagaimana terjadinya pelimpahan dan pendelegasian wewenang yang disertai tangung jawab. Semua itu bermuara kepada kunci utama sekolah unggul yaitu keunggulan dalam pelayanan kepada siswa dan masyarakat dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensinya.

“Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan”.

Sedangkan dari Stoner sebagaimana dikutip oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa:

“Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan”.

Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien”. Sementara itu, Hadari Nawawi (1992) mengemukakan bahwa “administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal”.

Pengelolaan sekolah sangat kompleks dan khas, Kompleks berkaitan dengan keterlibatan personal maupun kelompok baik secara internal maupun eksternal. Adapun khasnya yakni tujuan yang ingin dicapai berkenaan dengan tuntutan kebutuhan terhadap pendidikan. Dengan demikian, diperlukan manajerial yang selaras dengan perkembangan tuntutan masyarakat secara umum.

Salah satu komponen strategis dalam sekolah adalah kepala sekolah. Dalam struktur organisasi sekolah, kepala sekolah merupakan jabatan formal. Dalam menghadapi kompleksitas pada organisasi sekolah unggulan, diperlukan kepala sekolah yang mempunyai kemampuan untuk meminimalkan kompleksitas maslah. Kepala sekolah dituntut  mempunyai kemampuan, (a) mencurahkan banyak waktu untuk pengelolaan dan (b) koordinasi proses belajar mengajar dan (c) berkomunikasi secara teratur dengan staf, orang tua, siswa dan anggota masyarakat disekitarnya.

Manajemen strategis adalah suatu proses yang berkesinambungan, komponen yang ada dalam satu sama lain saling berkaitan. Oleh sebab itu, dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan tindakan yang menentukan arahan strategis lembaga pendidikan diarahkan demi pemenuhan tujuan dan sasaran organisasi dalam lingkungan yang dinamis merupakan dasar manajemen strategi sebuah kelembagaan pendidikan. Kepala sekolah dalam tinjauan manajemen strategis merupakan kunci dasar yang dapat mengarah pada tingkat keberhasilan yang salah satunya dilakukan melalui berbagai aktivitas efektif, efisien, dan inovatif.

Tidak cukup mendeklarasikan diri  sebagai  sekolah unggulan melalui spanduk saja  jika belum ada prestasi yang diraih baik tingkat regional dan internasional .Karena citra sekolah adalah reputasi kualitas layanan yang dapat memberikan kontribusi keberhasilan siswa dalam meningkatkan daya saingnya.Sehingga citra unggul pada sekolah bersangkutan adalah high trust school yang merupakan kepercayaan dari siswa,orang tua siswa ,guru dan karyawan serta stake holder lainnya.

Pada sekolah unggul, secara khusus peserta didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan unggul, baik dalam hal potensi intellectual (gifted) maupun bakat khusus yang bersifat ketrampilan (talented) akan dapat dipupuk dan dikembangkan secara optimal. Sehingga upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dapat dicapai dalam waktu yang relatif lebih cepat guna menyokong tercapainya pembangunan nasional.  

Ciri  dari sekolah unggul adalah prestasi dan kepentingan terbaik siswa sebagai fungsi keberhasilan kegiatan belajar dan mengajar seluruh team work sekolah. Manajemen strategis sekolah  berhasil dapat menciptakan sense of ownership ,participation,knowledge ,knowhow ,self respect and sense of achievement kepada seluruh elemen penyelenggara sekolah terutama guru dan staff sekolah.

Guna menciptakan sense of ownership ,internal sekolah maka disamping penghayatan akan visi ,misi dan filosofi pendidikan  diperlukan:

  1. Peningkatan pengetahuan ,ketarampilan sikap dan sebuah system yang membuat seluruh team work mendapatkan pembelajaran “budaya unggul “ pada masing masing kinerja pribadinya.
  2. Mendorong setiap guru memiliki kecepat tanggapan (responsive) dalam merespon peluang dan kesulitan tercermin dalam perilaku  bertindak secara tepat dan cepat fleksible,responsive ,memberikan perhatian secara individual terhadap kompetensi keberbakatan siswa,tidak terjebak birokratisasi dan kaku adalam otoritas serta  berorientasi dalam pelayanan prima pendidikan.
  3. Program sekolah unggul  harus berani berpikir dan bertindak “out of the box” dari kegiatan belajar dan mengajar pada umumnya. Berani berbeda dalam ragam kegiatan maupun layanan proses pendidikan,tidak meniru popularitas program unggul sekolah lain sebaliknya lebih berani menonjolkan keunggullan program sekolah sendiri dan menjadikan budaya unggul sebagai aktivitas kegiatan pembelajaran sehari hari.
  4. Sikap yang dibutuhkan untuk menciptakan sekolah unggul adalah generosity dari seluruh elemen penyelenggara sekolah.Kemurahan hati terhadap siswa agar dapat mengemabangkan prestasi unggulnya  tidak hanya melalui kinerja layanan pendidikan standar saja ,namun membutuhkan internal motivation,kewajaran kebijakan dan praktik serta kepedulian untuk terus focus pada budaya unggul disekolah bersangkutan.

Sekolah unggul yang selain berorientasi kepada mutu akademik juga pada pembentukan watak dan kepribadian peserta didik, sehingga ada pengasuh asrama yang bertugas menggantikan fungsi dan peran orang tua peserta didik di asrama serta psikolog yang akan memebantu peserta didik dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan perkembangan dirinyadan membantu membrikan arahan atau bimbingan konseling guna meraih sukses dalam belajar. (hidden curriculum).

Secara konseptual SDM Sekolah unggul mengutamakan yang telah berpengalaman dan ditunjang oleh adanya keunggulan dalam kemampuan intelektual, moral, keimanan, ketaqwaan, disiplin, tanggung jawab, keluasan wawasan kependidikan, kemampuan pengelolaan, terampil, kreatif, memiliki keterbukaan professional dalam memahami potensi, karakteristik dalam masalah perkembangan peserta didik, mampu mengembangkan rencana studi, dan konseling peserta didik serta memiliki kemampuan meneliti dan mengembangkan kurikulum, serta memiliki penguasaan agama Islam (Islami) dan ketaatan dalam beribadah maupun amaliah. Sehingga ia mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islami ke dalam setiap mata pelajaran yang diajarkannya dan mampu menciptakan iklim dan kultur sekolah yang Isalami (Integrated Curriculum)

Daftar Pustaka

Bahri Djamari, Syaiful. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineke Cipta.

Dianto, Toto. 2011. Mewujudkan Sekolah yang Unggul

Direktorat Tenaga Kependidikan. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Departemen Pendidikan Nasional. 2000. Perubahan dan Pengembangan Sekolah Menengah sebagai Organisasi Belajar yang Efektif; Materi Diklat Pembinaan Kompetensi Calon Kepala Sekolah/Kepala Sekolah

Handoko, T. Hani. 2001. Manajemen personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE

Kusnandar. 2007. Guru Profesional, Jakarta : Raja Grafindo

Mulyasa, E. 2009. Manajemen Berbasis Sekolah. Remaja Rosda Karya : Bandung

Nawawi, Hadari. 2005. Manajemen Sumber Dava Manusia: Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Santoso, Hari. 2012. Sekolah Unggul Di Mata Masyarakat

Usman, Uzer.2009. Menjadi Guru profesional, Bandung : Remaja Rosdakarya

 

About these ads

3 Balasan ke SEKOLAH UNGGULAN DENGAN MANAJEMEN UNGGUL

  1. syamsudin mengatakan:

    tapi bagaimana jika kejadianya seperti ini, ,,, sekolah unggulan, memberikan nilai rata-rata yang terbaik dan tampak berbeda. misal disekolahan yang setandar memberikan kkm nya 6.8 sedangkan pada sekolahan yang unggul memberikan nilai kkm 7. kasusnya adalah jika terjadi ujian dan salah satu dari mereka tidak memenuhi nilai kkm, secara otomatis dia akan mengikuti remedial…lalu pebgajar memberikan tugas yang sederhana agar dapat dipecahkan. ahirnya dia lulus dari remedial itu. pertanyaanya yaitu: apakah angka 7 itu didapatkan dengan mudahkah seperti itu. sungguh pendidikan yang tidak berkualitas.

  2. jhon mengatakan:

    betul ,, nilai daapt dengan mudah didapat kalau kita berusaha.. tidak perlu mengkahawatirkan angka dari nilai itu .. …

  3. HG.Salahudin mengatakan:

    Sekolah unggulan harus menyadari bahwa pendidikan adalah proses pengembangan sumberdaya manusia. Tujuan pendidikan yang hanya mencerdaskan bangsa telah menciptakan manusia cerdas tidak berdaya yang menyalahgunakan kecerdasan untuk kejahatan dan itulah fakta yang sudah terjadi. Kalangan pakar pendidikan umumnya berpikir dialamnya sendiri, membuat difinisi sendiri tentang keunggulan. Yang dicari masyarakat adalah kesempatan kerja, usaha dan investasi yang harus diciptakan, oleh sebab itu dibutuhkan keunggulan pemimpin, para profesional dan para entreprenuer. Bagaimana cara pendidikan menghasilkannya ? Silahkan buka http://www.umkm-onilne.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: