HIKMAH SHOLAT BERJAMA’AH DALAM KEHIDUPAN

orang_sholatDari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sholat berjama’ah itu lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada sholat sendirian.” Muttafaq Alaihi.

Menurut riwayat Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu : “Dua puluh lima bagian.”

Demikian juga menurut riwayat Bukhari dari Abu Said, dia berkata: Derajat.

Hadits di atas sangat menganjurkan kita untuk melaksanakan sholat berjamaah karena ada hikmah yang dapat kita ambil, diantaranya

SHOLAT BERJAMA’AH MEMBUAT MUSLIM MENGHARGAI WAKTU (TEPAT WAKTU DALAM MELAKSANAKAN)

Islam sangat mengajarkan umatnya untuk disiplin dalam melakukan sebuah pekerjaan. Ketepatan waktu dalam melaksanakan sholat berjama’ah diharapkan dapat menular dalam kehidupan. Kalau kita dalam bekerja merasa takut datang telat karena akan dimarahi pimpinan, uang transport dipotong ataupun penilaian kinerja yang akan menurun, maka apa kita masih berani menunda waktu sholat? . Masalah dunia saja kita khawatir, maka apalagi mengenai masalah akhirat dan Allah yang memangil kita. halat merupakan ibadah yang harus ditunaikan dalam waktunya yang terbatas (shalat memiliki waktu-waktu tertentu) dan Allah memerintahkan kita untuk selalu menjaganya. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya shalat bagi orang mukmin ialah kewajiban yang tertentu telah ditetapkan waktunya.” (QS. An-Nisa:103)

SHOLAT BERJAMA’AH MEMBUAT MUSLIM MENJADI SABAR

Kadang kita ingin melaksanakan sholat dengan segera, padahal saudara kita belum datang untuk sama-sama melaksanakan sholat. Disinilah kita diuji kesabaran untuk menunggu saudara kita agar dapat melaksanakan sholat berjama’ah. Begitu juga dalam kehidupan, hendaknya jika kita merasa lebih baik dibandingkan saudara kita yang lain, maka alangkah lebih baiknya kita membantu mereka. Jika kita sebagai pemimpin hendaklah sabar dalam membimbing, menasehati dan berjalan bersama dengan orang-orang yang kita pimpin sehingga akan terlihat keharmonisan dalam gerak dan langkah.

SHOLAT BERJAM’AH MENJADIKAN MUSLIM BERSATU DALAM SEGALA TINDAKAN

Sungguh aneh kalau dalam sholat berjama’ah gerakan semua orang yang sholat mulai dari Imam dan makmum berbeda. Begitu pula kehidupan kita, jika kita ada dalam sebuah organisasi alangkah indahnya setiap apa yang dilakukan itu dilakukan secara bersama-sama berdasarkan hasil kesepakatan bersama bukan berdasarkan pemikiran sendiri dan merasa paling benar. Islam mengajarkan agar kita bergerak sesuai dengan aturan yang berlaku selama tidak melanggar Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Pemimpin dalam hal ini mempunyai tanggung jawab yang besar dalam menyatukan semua orang yang dipimpinnya agar berada dalam sebuah kesatuan yang erat bukan yang semu. Menumbuhkan perasaan sama dan sederajat dan menghilang status sosial yang terkadang menjadi sekat pembatas di antara mereka. Di sana, tidak ada pengistimewaan tempat bagi orang kaya, pemimpin, dan penguasa. Orang yang miskin bisa berdampingan dengan yang kaya, rakyat jelata bisa berbaur dengan penguasa, dan orang kecil bisa duduk berdampingan dengan orang besar. Karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menyamakan shaff (barisan) shalat. Beliau bersabda, “janganlah kalian berselisih yang akan menyebabkan perselisihan hati-hati kalian.” (HR. Muslim)

SHOLAT BERJAMA’AH MENGAJARKAN KITA UNTUK DAPAT MENERIMA SEBUAH TEGURAN

Kadang Imam dalam sholat berjamaah salah dalam bacaan maupun gerak, ini adalah hal yang manusiawi. Jika ini terjadi maka kewajiban makmum untuk mengingatkan, tetapi bila Imam tetap terus melanjutkan maka makmum wajib mengikutinya karena Imam adalah pemimpin yang wajib diikuti dan seorang Imam akan mempertanggungjawabkan kepemimpinannya kepada Allah. Sungguh Indah jika hal ini diaplikasikan dalam kehidupan kita. Seorang pemimpin dapat menerima kritikan dan masukan dengan baik walaupun mungkin tidak sesuai dengan keinginannya. Pemimpin harus mau mengakui jika berbuat salah dan dengan senang hati bahkan kalau perlu meminta anak buahnya untuk mengkritik dan memberikan masukan. Jika hal ini dapat dilakukan maka akan terjadi rasa saling menghargai, menghormati dan wibawa pemimpin akan menjadi sebuah sumber kekuatan dalam memimpin.

SHOLAT BERJAMA’AH MEMPERERAT TALI SILATURAHMI

Dunia membuat kita sibuk mulai dari pagi hingga malam, bekerja mulai dari jam 6 sampai larut malam sehingga jarang seklai bertemu dengan orang lain, tetangga ataupun saudara-saudara kita yang lain. Dengan sholat berjama’ah maka kita dapat bertemu, bersalaman, saling memberi informasi dan berdiskusi dengan saudara-saudara kita yang mungkin juga mempunyai kesibukan yang sama. Minimal waktu Subuh kita sholat di Musholla atau Masjid dekat rumah karena waktu dhuzur sampai Isaya mungkin kita masih ada di tempat kerja ataupun diperjalanan. Harus selalu diingat dalam hidup ini pasti kita membutuhkan orang lain, maka pereratlah tali silaturahmi dengan sholat berjama’ah. Dan ini merupakan yang diajarkan dalam islam, sebagaimana firman Allah swt. yang artinya, ”Dan sesungguhnya kami jadikan kalian dari berbagai kaum dan suku  agar kalian saling mengenal.” (Al Hujarat:13).

SHOLAT BERJAMA’AH MENGAJARKAN KITA MEMILIH PEMIMPIN BERDASARKAN KOMPETENSINYA

Salah satu hikmah pada sholat berjama’ah adalah bagaimana Imam yang memimpin sholat bukanlah orang yang asal dipilih, tetapi berdasarkan Usia, Ilmu, Akhlak dan Amalannya selama ini. Tidak boleh kita menunjuk seseorang untuk menjadi Imam sholat kalau orang tersebut tidak mempunyai kompetensi untuk menjadi Imam sholat. Hal ini sama ketika kita memilih seorang pemimpin, hendaknya kita pilih pemimpin yang memang ahli dibidangnya, mempunyai akhlak yang baik, rajin ibadahnya, dan mau mendengarkan bawahannya. Kalau salah memilih pemimpin maka akan rusaklah apa-apa yang dilakukan oleh organisasi atau lembaga tersebut yang pada akhirnya merugikan semua orang.

Demikianlah beberapa hikmah dari sholat berjamaah. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya kita melaksanakan sholat secara berjama’ah

Ibn Mas’ud radhiyallahu ’anhu berkata: “Barangsiapa ingin bertemu Allah esok hari sebagai seorang muslim, maka ia harus menjaga benar-benar sholat pada waktunya ketika terdengar suara adzan. Maka sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’aala telah mensyari’atkan (mengajarkan) kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam beberapa SUNANUL-HUDA (perilaku berdasarkan hidayah/petunjuk) dan menjaga sholat itu termasuk dari SUNANUL-HUDA. Andaikan kamu sholat di rumah sebagaimana kebiasaan orang yang tidak suka berjama’ah berarti kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Dan bila kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam pasti kamu tersesat. Maka tidak ada seseorang yang bersuci dan dia sempurnakan wudhunya kemudian ia berjalan ke masjid di antara masjid-masjid ini kecuali Allah subhaanahu wa ta’aala mencatat bagi setiap langkah yang diangkatnya menjadi kebaikan yang mengangkat derajatnya dan bagi setiap langkah yang diturunkannya menjadi penghapus kesalahannya. Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjama’ah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya. Sungguh adakalanya seseorang itu dihantar ke masjid didukung oleh dua orang kanan kirinya untuk ditegakkan di barisan saf.” (HR Muslim).

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: