<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Blog</title>
	<atom:link href="http://irvanhabibali.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irvanhabibali.wordpress.com</link>
	<description>Sukses di dunia dan sukses di akhirat... Amiin...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 04:25:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='irvanhabibali.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Blog</title>
		<link>http://irvanhabibali.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://irvanhabibali.wordpress.com/osd.xml" title="My Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://irvanhabibali.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN</title>
		<link>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/07/29/persiapan-menyambut-ramadhan/</link>
		<comments>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/07/29/persiapan-menyambut-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 02:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irvandedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[menuju ramadahan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irvanhabibali.wordpress.com/?p=1247</guid>
		<description><![CDATA[Setiap akan memasuki bulan Ramadhan, hampir seluruh kaum muslimin dunia sudah melakukan persiapan. Umumnya mereka melakukan penyambutan bulan yang ditunggu-tunggu itu dengan ceramah dan tau’iyah (penyuluhan)Ramadhan. Tujuannya agar umat Islam tahu dan paham bagaimana seharusnya menjalani ibadah Ramadhan, sehingga tidak terjadi lagi kesalahan-kesalahan yang lalu. Minimal ada tiga persiapan yang harus dilakukan. Pertama, Persiapan Ruhani/Spiritual. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1247&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/07/img-doa.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1248" title="IMG doa" src="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/07/img-doa.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a>Setiap akan memasuki bulan Ramadhan, hampir seluruh kaum muslimin dunia sudah melakukan persiapan. Umumnya mereka melakukan penyambutan bulan yang ditunggu-tunggu itu dengan ceramah dan tau’iyah (penyuluhan)Ramadhan. Tujuannya agar umat Islam tahu dan paham bagaimana seharusnya menjalani ibadah Ramadhan, sehingga tidak terjadi lagi kesalahan-kesalahan yang lalu.<span id="more-1247"></span></p>
<p>Minimal ada tiga persiapan yang harus dilakukan. Pertama, Persiapan Ruhani/Spiritual. Mulai sejak sekarang kita harus sudah membersihkan hati kita terlebih dahulu.”Memasuki bulan suci perlu kesucian, kesucian jiwa yang paling strategis”. Rasulullah SAW. dan para sahabatnya melakukan persiapan sejak bulan Rajab(dua bulan sebelum Ramadhan), namun ada juga riwayat yang mengatakan persiapan beliau SAW enam bulan sebelum Ramadhan. Memperbanyak puasa sunnah, qiyamul lail, dzikir dan tilawah Qur’an merupakan stimulan untuk melatih dan mempersiapkan spiritual kita. “Puasa merupakan sarana yang paling efektif dalam penyucian jiwa”.</p>
<p>Yang kedua adalah Persiapan Ilmu, karena hal ini merupakan sesuatu yang penting, tapi kadang diremehkan. Perlu kita beli buku-buku tentang ramadhan, sehingga, kita memasuki ramadhan dengan pemahaman yang tidak mengikuti tren. Umumnya, kita mengkonsumsi materi yang berlebihan. Kita terjebak pada kecendrungan egois kita. Makanya, begitu pentingnya ilmu itu, agar kita tidak salah dalam melangkah. Selain itu juga untuk membangkitkan kita di bulan Ramadhan.</p>
<p>Yang ketiga, Persiapan Materi. Pesiapan ini tak kalah penting, karena dengan materi atau dana yang banyak kita bisa bersedekah selama ramadhan, karena Ramadhan adalah bulan kepedulian. Sebagaimana Rasulullah SAW. sangat peduli di bulan Ramadhan.</p>
<p>Semoga Bermanfaat&#8230; Allahumma baariklanaa fii Sya’ban wa ballighnaa ramadhan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irvanhabibali.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irvanhabibali.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irvanhabibali.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irvanhabibali.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irvanhabibali.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irvanhabibali.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irvanhabibali.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irvanhabibali.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irvanhabibali.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irvanhabibali.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irvanhabibali.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irvanhabibali.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irvanhabibali.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irvanhabibali.wordpress.com/1247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1247&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/07/29/persiapan-menyambut-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10086a93b9125f0088e0759eae55010a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irvandedy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/07/img-doa.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">IMG doa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Ramadhan</title>
		<link>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/07/28/hal-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-ramadhan/</link>
		<comments>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/07/28/hal-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 08:06:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irvandedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[aturan puasa]]></category>
		<category><![CDATA[jenis - jenis puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[yang membatalkan puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irvanhabibali.wordpress.com/?p=1243</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan memiliki aturan main yang perlu ditaati, agar proses dan pelaksanaan ibadahnya, khususnya shaum Ramadhan dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Paling tidak ada sembilan hal terkait aturan main yang perlu diketahui sebelum kita melaksanakan ibadah shaum Ramadhan : I. Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Ramadhan Sebelum menjalankan ibadah Ramadhan, ada beberaa hal yang perlu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1243&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="isi">
<p><a href="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/07/batik2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1244" title="batik2" src="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/07/batik2.jpg?w=450" alt=""   /></a>Ramadhan memiliki aturan main yang perlu ditaati, agar proses dan pelaksanaan ibadahnya, khususnya shaum Ramadhan dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Paling tidak ada sembilan hal terkait aturan main yang perlu diketahui sebelum kita melaksanakan ibadah shaum Ramadhan :</p>
<p><strong>I. Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Ramadhan</strong></p>
<p>Sebelum menjalankan ibadah Ramadhan, ada beberaa hal yang perlu dipahami. Di antaranya :<span id="more-1243"></span></p>
<p>1. Shaum Ramadhan adalah rukun Islam yang keempat. Hukumnya adalah fardhu (wajib) yang datang langsung dari Tuhan Pencipta, Allah Ta’ala.</p>
<p>2. Allah mensyari’atkan shaum dan berbagai ibadah Ramadhan sebagai salah satu program yang harus dilewati setiap Muslim dan Mukmin dalam pembentukan karakter taqwa mereka. (Q.S. Al-Baqoroh : 183).</p>
<p>3. Ancaman keras bagi orang-orang beriman yang tidak melaksanakan ibadah Ramadhan, khususnya ibadah shaum seperti yang dijelaskan Rasul Saw : Ikatan dan basis agama Islam itu ada tiga. Siapa yang meniggalkan salah satu darinya, maka ia telah kafir; halal darahnya : Syahadat Laa ilaaha illallah, sholat fardhu (5 X sehari) dan shaum Ramadhan. (H.R. Abu Ya’la dan Dailami). Dalam hadiits lain Rasul Saw. bersabda : Siapa berbuka satu hari dalam bulan Ramadhan tanpa ada ruhkshah (faktor yang membolehkan berbuka / dispensasi) dari Allah, maka tidak akan tergantikan kendati ia melaksanakan shaum sepanjang masa. (H.R. Abu Daud, Ibnu Majad dan Turmuzi).</p>
<p><strong>II. Macam-Macam Shaum </strong></p>
<p>Shaum terbagi menjadi dua macam :<br />
A. Shaum fardhu (wajib).<br />
B. Shaum Tathowwu’ (puasa sunnah).<br />
A. Adapun shaum fardu/wajib terbagi tiga :</p>
<p>1. Shaum Ramadhan, yakni shaum yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan (29 / 30 hari) seperti yang dijelaskan Allah dalam Al-qur’an surat Al-Baqoroh : 183.</p>
<p>2. Shaum Kafarat (Puasa Denda), yakni shaum yang wajib dilakukan sebagai denda dari pelanggaran hukum seperti pelanggaran dalam ibadah haji, membunuh tidak sengaja, melanggar sumpah dan sebagainya.</p>
<p>3. Shaum Nazar, yaitu jika seseorang bernazar dengan shaum bagi perkara yang dinazarkannya seperti jika ia sembuh dari penyakit, jika bisnisnya goal dan sebagainya maka ia bernazar untuk shaum. Shaum seperti itu disebut dengan shaum nazar dan wajib hukumnya.</p>
<p>B. Adapun shaum tathowwu’ (Puasa Sunnah) adalah :</p>
<p>1. Shaum 6 hari di bulan Syawal. Dalam hadits Rasul Saw. dijelaskan : Siapa yang shaum Ramadhan kemudian dia teruskan dengan 6 hari di bulan Syawal, seakan ia shaum sepanjang masa (tahun). (H.R. Al-Jama’ah kecuali Bukhari dan Nasa’i)</p>
<p>2. Shaum hari Arofah bagi yang tidak menunaikan ibadah haji. Dalm hadiits dijelaskan : Shaum hari Arofah (9 Zul hijha) menghapuskan dosa dua tahun, setahun sebelum dan setahun sesudahnya… (H.R Al Jama’ah kecuali Bukhari dan Nasa’i).</p>
<p>3. Shaum hari ‘Asyura (10 bulan Muharrom). Dalam hadiits Rasul Saw. dijelaskan : Shaum pada hari ‘Arofah (9 Zulhijjah) menghapus dosa dua tahun; yang lalu dan yang akan datang. Dan shau hari Asyuro (10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lalu. (HR. Riwayat Al-Jama’ah kecuali Bukhari dan Turmizi). Terkait shaum ‘Asyura, Rasul Saw. menyarankan agar ditambah sehari sebelumnya agar tidak sama dengan Yahudi, karena mereka juga puasa pada hari ‘Asyura.</p>
<p>4. Shaum diperbanyak di bulan Sya’ban. Dari A’isyah radhiyalllu ‘anha dia berkata : Aku tidak melihat Rasul Saw. menyempurnakan shaumnya kecuali di bulan Ramadhan saja, dan aku tidak melihat banyak berpuasa di bulan selain Ramadhan kecuali di bulan Sya’ban. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>5. Shaum Ayyamul bidh (tgl 13, 14 &amp; 15 setiap bulan Hijriyah. Dari Abu Zar radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : Kami diperintah Rasul Saw untuk shaum dalam sebulan tiga hari; 13, 14 dan 15. Lalu Rasul berkata : Yang demikian itu sama dengan shaum sepanjang masa. (HR. Nasa’i)<br />
6. Shaum hari Senin dan Kamis. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata : Rasul Saw paling banyak shaum pada hari Senin dan Kamis. Lalu Beliau ditanya kenapa. Beliau menjawab : Sesungguhnya semua amal diangkat (ke langit) setiap hari Senin dan Kamis. Maka Allah akan mengampunkan setiap Muslim atau setiap Mukmin kecuali dua orang yang sedang berbantah, maka Allah berkata : Tangguhkan keduanya. (HR. Ahmad).</p>
<p>7. Shaum Nabi Daud; shaum satu hari dan berbuka hari berikutnya dan begitu seterusnya. Dari Abdullah Bin Umar dia berkata : Berkata Rasul Saw. : Shaum yang paling dicintai Allah adalah shaum Daud, dan shalat (malam) yang paling dicintai Allah adalah shalat Daud; dia tidur setengahnya, berdiri shalat sepertiganya dan kemudian tidur lagi seperenamnya, dia juga shaum satu hari dan berbuka satu hari. (HR. Muslim)</p>
<p>8. Shaum tathowwu’ (sunnah) dibolehkan berbuka, khususnya jika ada penyebabnya seperti diundang makan. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata : Saya menyiapkan makanan untuk Rasul Saw. maka Beliau datang dengan beberapa Sahabatnya. Ketika makanan dihidangkan salah seorang di antara mereka berkata : Sesungguhnya saya sedang shaum. Lalu Rasul berkata : Saudaramu telah mengundangmu dan telah bersusah payah untukmu. Kemudian Beliau bersabda : Berbukalah dan shaumlah di hari lain sebagai gantinya jika kamu mau. (HR. Baihaqi).</p>
<p><strong>III. Hukum Shaum Ramadhan</strong></p>
<p>Shaum Ramadhan hukumnya wajib atas setiap Muslim dan Muslimah yang sehat akalnya (tidak gila) dan telah mukallaf (umur remaja), tidak dalam keadaan musafir dan sakit.</p>
<p>Khusus bagi wanita, tidak dalam keadaan haidh dan nifas. Tentang wajibnya shaum, Allah menjelaskannya dalam surat Al-baqoroh : 183 : Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atasmu sekalian shaum itu (shaum Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa. Dalam sebuah hadits dijelaskan, Rasul Saw. bersabda : Sesungguhnya Islam itu dibangun di atas lima (dasar). Kesaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad itu adalah utusan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan shaum Ramadhan dan menunaikan haji. (HR. Muslim)</p>
<p>Oleh sebab itu, Rasulullah Saw. mewanti wanti umatnya agar sekali-kali jangan meninggalkan shaum Ramadhan tanpa alasan yang dibolehkan. Dalam salah satu haditsnya, Rasul Saw. bersabda : Ikatan dan kaedah agama Islam itu ada tiga. Diatasnya dibangun Islam. Siapa meninggalkan salah satu darinya maka ia kafir, halal darahnya (karena sudah dihukumkan kepada orang murtad), syahadat La ilaaha illallah, sholat yang difardhukan dan shaum Ramadhan. (H.R Abu Ya’la dan Dailami)</p>
<p><strong>IV. Rukun Shaum</strong></p>
<p>Setiap ibadah dalam Islam ada rukunnya agar ibadah itu bisa tegak dan berjalan dengan benar. Demikian juga dengan shaum Ramadhan. Rukunnya ada dua :</p>
<p>1. Niat. Niat adalah faktor pertama yang akan menentukan sah atau tidaknya ibadah seseorang seperti yang dijelaskan Rasul Saw. Sesungguhnya (sahnya) setiap amal itu tergantung adanya niat (bagi setiap amal tersebut). Dan sesungguhnya setiap orang (akan memperoleh) sesuai apa yang diniatkannya. Siapa yang berhijrah karena kepentingan dunia yang akan dia peroleh atau wanita yang akan dinikahinya, maka dia akan memperoleh apa yang diniatkannya. (HR. Islam). Setiap amal ibadah, baik wajib maupun yang sunnah akan bernilai di mata Allah jika didasari dengan niat. Niatnya harus hanya karena Allah, tidak melenceng sedikitpun. Kemudian itu letaknya dalam hati, bukan dilafazkan (diucapkan dengan lisan), termasuk niat shaum Ramadhan harus dilakukan dalam hati. Waktunya sebelum terbit fajar.</p>
<p>2. Menahan diri dari hal-hal yang membantalkan shaum sejak terbit fajar sampai mata hari tenggelam. (QS. Al-Baqoroh : 187).<br />
<strong>V. Hal-Hal Yang membatalkan Shaum</strong></p>
<p>Semua ibadah dalam Islam memerlukan syarat dan rukun agar ibadah tersebut sah dan bernilai di sisi Allah. Amal ibadah yang sudah sesuai syarat dan rukun tersebut bisa batal jika melanggar aturan atau terjadi hal-hal yang membatalkannya. Adapun yang membatalkan shaum terbagi dua. Pertama, hal-hal yang membatalkan shaum dan wajib diqadha (diganti di hari-hari setelah Ramadhan). Kedua, adalah yang membatalkan shaum dan wajib qadha dan kafarat (denda).</p>
<p>Adapun yang membatalkan shaum dan wajib qadha saja ialah:</p>
<p>1. Makan dan minun dengan sengaja. Rasul Saw. bersabda : Siapa yang berbuka (makan dan minum) di siang hari bulan Ramadhan karena lupa maka tidak perlu diqadha (diganti pada hari di luar Ramadhan), dan tidak pula kafarat (denda). (HR. Daru Quthni, Baihaqi dan Hakim).</p>
<p>2. Muntah dengan sengaja. Rasul Saw. berkata : Siapa yang terpaksa muntah maka tidak wajib baginya mengqadha (shaumnya). Namun siapa muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha (shaumnya). (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi)</p>
<p>3. Haidh/menstruasi dan nifas (melahirkan), kendati terjadi sesaat sebelum berbuka. Ini yang disepakati oleh jumhur Ulama.</p>
<p>4. Mengeluakan sperma dengan sengaja baik dengan cara onani/masturbasi ataupun dengan berbuat mesum dengan istri.</p>
<p>5. Memakan apa saja yang bukan yang lazim di makan, seperti plastik dan sebagainya.</p>
<p>6. Yang berniat membatalkan shaumnya di siang hari. Dengan demikian dia sudah batal shaumnya kendati dia tidak makan atau minum.</p>
<p>7. Jika dia makan, minum atau bercampur suami istri menduga waktu berbuka sudah masuk. Ternyata belum masuk. Dia wajib mengqadhanya.</p>
<p>8. Adapun yang membatalkan shaum dan harus diqadha dan kafarat menurut jumhur Ulama adalah berhubungan suami istri dengan sengaja. Tidak ada perbedaan antara suami dan istri, keduanya harus menjalankannya. Adapun kafarat bagi yang berhubungan suami istri ialah memerdekakan budak. Jika tidak sanggup, shaum 2 bulan berturut-turut. Jika tidak mampu memberi makan fakir miskin sebanyak 60 orang, seperti yang dijelaskan dalam salah satu hadits Rasul Saw. yang diriwayatkan imam Bukhari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Oleh</em> <strong>Ust. Fathuddin Ja’far, MA Chairman of Spiritual Learning Centre (SLC)</strong></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irvanhabibali.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irvanhabibali.wordpress.com/1243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irvanhabibali.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irvanhabibali.wordpress.com/1243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irvanhabibali.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irvanhabibali.wordpress.com/1243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irvanhabibali.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irvanhabibali.wordpress.com/1243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irvanhabibali.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irvanhabibali.wordpress.com/1243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irvanhabibali.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irvanhabibali.wordpress.com/1243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irvanhabibali.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irvanhabibali.wordpress.com/1243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1243&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/07/28/hal-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10086a93b9125f0088e0759eae55010a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irvandedy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/07/batik2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batik2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Miliki Keyakinan, Anda Akan Kuat</title>
		<link>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/07/25/miliki-keyakinan-anda-akan-kuat/</link>
		<comments>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/07/25/miliki-keyakinan-anda-akan-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 06:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irvandedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[kuatkan keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[miliki keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[yakin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irvanhabibali.wordpress.com/?p=1236</guid>
		<description><![CDATA[Hanzalah mengatakan, &#8220;Rasulullah mengingatkan kami tentang surga dan neraka sehingga seolah-olah kami melihatnya dengan mata telanjang.&#8221; (HR.Muslim) Pernahkah anda mendengar kisah seorang sahabat yang berangkat ke medan jihad dengan berkata, &#8220;Aku mencium bau surga di balik bukit Uhud…&#8221; Pemuda itu lantas menembus sampai ke barisan musuh dan berperang sampai titik darah penghabisan menyongsong syahid. Barangkali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1236&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/07/070920100561.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1239" title="07092010056" src="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/07/070920100561.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Hanzalah mengatakan, &#8220;Rasulullah mengingatkan kami tentang surga dan neraka sehingga seolah-olah kami melihatnya dengan mata telanjang.&#8221; (HR.Muslim)</p>
<p>Pernahkah anda mendengar kisah seorang sahabat yang berangkat ke medan jihad dengan berkata, &#8220;Aku mencium bau surga di balik bukit Uhud…&#8221; Pemuda itu lantas menembus sampai ke barisan musuh dan berperang sampai titik darah penghabisan menyongsong syahid.<span id="more-1236"></span></p>
<p>Barangkali kita pernah berpikir. Kenapa para sahabat Rasulullah yang mendapat label generasi terbaik itu seolah tak terlalu melakukan pertimbangan rasional dalam tindakannya menegakkan agama Allah. Mengapa juga mereka sepertinya tidak mengabaikan aspek-aspek materi dan kemanusiaan mereka dalam memenuhi dan menjalankan perintah Allah. Dan anehnya lagi, katakanlah dalam kondisi seperti itu, mereka justru mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman luar biasa, meskipun secara lahir mereka mengalami penderitaan dan kesulitan.</p>
<p>Kunci sikap tersebut sebenarnya adalah keyakinan. Keyakinan disebut sebagai aqidah. Keyakinanlah yang membuat mereka memandang berbagai permasalahan dari sudut ukhrawi dan dari sana mereka memperoleh suplai kekuatan bathin dan fisik yang sangat besar.</p>
<p>Dari mana seseorang memperoleh keyakinan? Keyakinan akan akan kokoh karena kedekatan diri pada Allah. Jika seseorang telah sampai pada keyakinan, tidak heran bila ia seperti telah memandang surga dan neraka dengan kasat mata. Itulah yang terjadi para sahabat Rasulullah saw. Perasaan dan hati mereka tenggelam dalam gambaran surga dan neraka, sehingga mereka benar-benar merasakan kedua suasana surga dan neraka itu. Seperti perkataan seorang sahabat bernama Hanzalah, &#8220;Rasulullah mengingatkan kami tentang surga dan neraka sehiga seolah-olah kami melihatnya dengan mata telanjang.&#8221; (HR.Muslim)</p>
<p>Masalah keyakinan disinggung oleh Ibnu Athaillah. Ia mengatakan, &#8220;Jika cahaya keyakinan telah memancar padamu, niscaya engkau akan melihat akhirat lebih dekat padamu dan niscaya engkau melihat keindahan dunia yang nyata, di atasnya puing-puing kerusakan.&#8221;</p>
<p>Menurut Ibnu Athaillah, mengapa tarikan akhirat kita masih lemah, namun pesona duniawi begitu kuat menghujam dalam jiwa seseorang? Rahasianya terletak pada kuat dan lemahnya keyakinan. Ia menambahkan, &#8220;Barangsiapa yang memiliki keyakinan yang kokoh, maka ia akan hidup dalam keyakinannya itu. Ia akan merasakan seolah olah hidup di akhirat. Dan sebaliknya barngsiapa yang keyakinannya lemah, pasti dunia atau segala hal zahir akan menguasai dirinya, dan itu akan membuatnya lemah.&#8221;</p>
<p>Karena itu, kuatkan keyakinan. Anda pasti menjadi orang yang kuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irvanhabibali.wordpress.com/1236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irvanhabibali.wordpress.com/1236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irvanhabibali.wordpress.com/1236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irvanhabibali.wordpress.com/1236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irvanhabibali.wordpress.com/1236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irvanhabibali.wordpress.com/1236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irvanhabibali.wordpress.com/1236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irvanhabibali.wordpress.com/1236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irvanhabibali.wordpress.com/1236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irvanhabibali.wordpress.com/1236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irvanhabibali.wordpress.com/1236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irvanhabibali.wordpress.com/1236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irvanhabibali.wordpress.com/1236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irvanhabibali.wordpress.com/1236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1236&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/07/25/miliki-keyakinan-anda-akan-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10086a93b9125f0088e0759eae55010a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irvandedy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/07/070920100561.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">07092010056</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar Pertanyaan Diskusi CONTEMPORARY ISSUES IN CURRICULUM</title>
		<link>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/06/26/1229/</link>
		<comments>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/06/26/1229/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 06:44:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irvandedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[isu kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan kurikulum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irvanhabibali.wordpress.com/?p=1229</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat semua&#8230;Pada tulisan kali ini akan di tampilkan daftar pertanyaan terjemahan buku CONTEMPORARY ISSUES IN CURRICULUM yang diterjemahkan oleh para Mahasiswa Magister Administrasi Pendidikan ( MAP 22.2 ) UHAMKA pada hari sabtu 25 Juni 2011 dengan bimbingan Ibu Prof. Dr. R. Madhakomal, M.Pd sebagai dosen Pengembangan Kurikulum. Mohon untuk teman &#8211; teman di MAP 22.2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1229&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/slide1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1231" title="Slide1" src="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/slide1.jpg?w=121&#038;h=176" alt="" width="121" height="176" /></a>Sahabat semua&#8230;Pada tulisan kali ini akan di tampilkan daftar pertanyaan terjemahan buku <strong><em>CONTEMPORARY ISSUES IN CURRICULUM </em></strong>yang diterjemahkan oleh para Mahasiswa Magister Administrasi Pendidikan ( MAP 22.2 ) UHAMKA pada hari sabtu 25 Juni 2011 dengan bimbingan Ibu Prof. Dr. R. Madhakomal, M.Pd sebagai dosen Pengembangan Kurikulum. Mohon untuk teman &#8211; teman di MAP 22.2 untuk mendownload ya&#8230; Terimakasih&#8230;</p>
<p>KLIK AJA LINK DI BAWAH INI YA&#8230;</p>
<p><strong><em></em></strong><a href="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/daftar-pertanyaan-terjemahan.docx">DOWNLOAD DAFTAR PERTANYAAN TERJEMAHAN</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irvanhabibali.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irvanhabibali.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irvanhabibali.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irvanhabibali.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irvanhabibali.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irvanhabibali.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irvanhabibali.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irvanhabibali.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irvanhabibali.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irvanhabibali.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irvanhabibali.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irvanhabibali.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irvanhabibali.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irvanhabibali.wordpress.com/1229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1229&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/06/26/1229/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10086a93b9125f0088e0759eae55010a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irvandedy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/slide1.jpg?w=207" medium="image">
			<media:title type="html">Slide1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR</title>
		<link>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/06/03/meningkatkan-motivasi-siswa-dalam-belajar/</link>
		<comments>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/06/03/meningkatkan-motivasi-siswa-dalam-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 03:41:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irvandedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan motivasi siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi dalam belajar]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irvanhabibali.wordpress.com/?p=1224</guid>
		<description><![CDATA[MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR Motivasi belajar siswa merupakan  hal yang amat penting bagi pencapaian kinerja atau prestasi belajar siswa. Dalam hal ini, tentu saja menjadi tugas dan kewajiban guru untuk senantiasa dapat  memelihara dan meningkatkan motivasi belajar siswanya. Meminjam pemikiran dari  USAID DBE3 Life Skills for Youth, berikut ini beberapa ide yang dapat digunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1224&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><strong><a href="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/kelas6.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1225" title="kelas6" src="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/kelas6.jpg?w=450" alt=""   /></a>MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR</strong></p>
<p>Motivasi belajar siswa merupakan  hal yang amat penting bagi pencapaian kinerja atau prestasi belajar siswa. Dalam hal ini, tentu saja menjadi tugas dan kewajiban guru untuk senantiasa dapat  memelihara dan meningkatkan motivasi belajar siswanya. Meminjam pemikiran dari  <em>USAID DBE3 Life Skills for Youth</em>, berikut ini beberapa ide yang dapat digunakan oleh guru untuk memotivasi siswa di dalam kelas.<span id="more-1224"></span></p>
<p><strong>1.        </strong><strong>Gunakan metode dan kegiatan yang beragam </strong></p>
<p>Melakukan hal yang sama secara terus menerus bisa menimbulkan kebosanan dan menurunkan semangat belajar. Siswa yang bosan cenderung akan mengganggu proses belajar. Variasi akan membuat siswa tetap konsentrasi dan termotivasi. Sesekali mencoba sesuatu yang berbeda dengan menggunakan metode belajar yang bervariasi di dalam kelas. Cobalah untuk membuat pembagian peran, debat, transfer pengetahuan secara singkat, diskusi, simulasi, studi kasus, presentasi dengan audio-visual dan kerja kelompok kecil<strong></strong></p>
<p><strong>2.        </strong><strong>Jadikan siswa peserta aktif</strong></p>
<p>Pada usia muda sebaiknya diisi dengan melakukan kegiatan, berkreasi, menulis, berpetualang, mendesain, menciptakan sesuatu dan menyelesaikan suatu masalah. Jangan jadikan siswa peserta pasif di kelas karena dapat menurunkan minat dan mengurangi rasa keingintahuannya. Gunakanlah metode belajar yang aktif dengan memberikan siswa tugas berupa simulasi penyelesaian suatu masalah untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar. Jangan berikan jawaban apabila tugas tersebut dirasa sanggup dilakukan oleh siswa<strong></strong></p>
<p><strong>3.        </strong><strong>Buatlah tugas yang menantang namun realistis dan sesuai</strong></p>
<p>Buatlah proses <a href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/">belajar </a>yang cocok dengan siswa dan sesuai minat mereka sehingga menarik karena mereka dapat melihat tujuan dari belajar. Buatlah tugas yang menantang namun realistis. Realistis dalam pengertian bahwa standar tugas cukup berbobot untuk memotivasi siswa dalam menyelesaikan tugas sebaik mungkin, namun tidak terlalu sulit agar jangan banyak siswa yang gagal dan berakibat turunnya semangat untuk belajar.<strong></strong></p>
<p><strong>4.        </strong><strong>Ciptakan suasana kelas yang kondusif</strong></p>
<p>Kelas yang aman, tidak mendikte dan cenderung mendukung siswa untuk berusaha dan belajar sesuai minatnya akan menumbuhkan motivasi untuk belajar. Apabila siswa belajar di suatu kelas yang menghargai dan menghormati mereka dan tidak hanya memandang kemampuan akademis mereka maka mereka cenderung terdorong untuk terus mengikuti proses belajar.</p>
<p><strong>5.        </strong><strong>Berikan tugas secara proporsional</strong></p>
<p>Jangan hanya berorientasi pada nilai. Segala tugas di kelas dan pekerjaan rumah tidak selalu bisa disetarakan dengan nilai. Hal tersebut dapat menurunkan semangat siswa yang kurang mampu memenuhi standar dan berakibat siswa yang bersangkutan merasa dirinya gagal. Gunakan mekanisme nilai seperlunya, dan cobalah untuk memberikan komentar atas hasil kerja siswa mulai dari kelebihan mereka dan kekurangan mereka serta apa yang bisa mereka tingkatkan. Berikan komentar Anda secara jelas. Berkan kesempatan bagi siswa untuk memperbaiki tugas mereka apabila mereka merasa belum cukup. Jangan mengandalkan nilai untuk merombak sesuatu yang tidak sesuai dengan Anda.<strong></strong></p>
<p><strong>6.        </strong><strong>Libatkan diri Anda untuk membantu siswa mencapai hasil</strong></p>
<p>Arahkan siswa untuk meningkatkan kemampuan dalam<a href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/"> proses belajar mengajar, </a>jangan hanya terpaku pada hasil ujian atau tugas. Bantulah siswa dalam mencapai tujuan pribadinya dan terus pantau perkembangan mereka.</p>
<p><strong>7.        </strong><strong>Berikan petunjuk pada para siswa agar sukses dalam belajar</strong></p>
<p>Jangan biarkan siswa berjuang sendiri dalam belajar. Sampaikan pada mereka apa yang perlu dilakukan. Buatlah mereka yakin bahwa mereka bisa sukses dan bagaimana cara mencapainya.<strong></strong></p>
<p><strong>8.        </strong><strong>Hindari kompetisi antarpribadi </strong></p>
<p>Kompetisi bisa menimbulkan kekhawatiran, yang bisa berdampak buruk bagi proses belajar dan sebagian siswa akan cenderung bertindak curang. Kurangi peluang dan kecendrungan untuk membanding-bandingkan antara siswa satu dengan yang lain dan membuat perpecahan diantara para siswa. Ciptakanlah metode mengajar dimana para siswa bisa saling bekerja sama.<strong></strong></p>
<p><strong>9.        </strong><strong>Berikan Masukan</strong></p>
<p>Berikan masukan para siswa dalam mengerjakan tugas mereka. Gunakan kata-kata yang positif dalam memberikan komentar. Para siswa akan lebih termotivasi terhadap kata-kata positif dibanding ungkapan negatif. Komentar positif akan membangun kepercayaan diri. Ciptakan situasi dimana Anda percaya bahwa seorang siswa bisa maju dan sukses di masa datang.<strong></strong></p>
<p><strong>10.    </strong><strong>Hargai kesuksesan dan keteladanan </strong></p>
<p>Hindari komentar negatif terhadap kelakuan buruk dan performa rendah yang ditunjukan siswa Anda, akan lebih baik bila Anda memberikan apresiasi bagi siswayang menunjukan kelakuan dan kinerja yang baik. Ungkapan positif dan dorongan sukses bagi siswa Anda merupakan penggerak yang sangat berpengaruh dan memberikan aspirasi bagi siswa yang lain untuk berprestasi.<strong></strong></p>
<p><strong>11.    </strong><strong>Antusias dalam mengajar</strong></p>
<p>Antusiasme seorang guru dalam mengajar merupakan faktor yang penting untuk menumbuhkan motivasi dalam diri siswa. Bila Anda terlihat bosan dan kurang antusias maka para siswa akan menunjukkan hal serupa. Upayakan untuk selalu tampil baik, percaya diri dan antusias di depan kelas.<strong></strong></p>
<p><strong>12.    </strong><strong>Tentukan standar yang tinggi (namun realisitis) bagi seluruh siswa</strong></p>
<p>Standar yang diharapkan oleh para guru terhadap siswanya memiliki dampak yang signifikan terhadap performa dan kepercayaan diri mereka. Bila Anda mengharapkan seluruh siswa untuk termotivasi, giat belajar dan memiliki minat yang tinggi, mereka cenderung akan bertindak mengikuti kehendak Anda. Anda harus yakin bahwa Anda mampu memberikan motivasi tinggi pada siswa. Pada awal tahun ajaran baru Anda harus menggunakan kesempatan agar seluruh siswa memiliki motivasi yang tinggi.<strong></strong></p>
<p><strong>13.    </strong><strong>Pemberian penghargaan untuk memotivasi</strong></p>
<p>Pemberian penghargaan seperti nilai, hadiah dsb, mungkin efektif bagi sebagian siswa (biasanya bagi anak kecil) namun metode ini harus digunakan secara hati-hati karena berpotensi menciptakan kompetisi. Namun demikian, penggunaan metode ini dapat melahirkan motivasi internal.<strong></strong></p>
<p><strong>14.    </strong><strong>Ciptakan aktifitas yang melibatkan seluruh siswa dalam kelas</strong></p>
<p>Buatlah aktifitas yang melibatkan siswa dengan kawan-kawan mereka dalam satu kelas. Hal ini akan membagi pengetahuan, gagasan dan penyelesaian tugas-tugas individu siswa dengan seluruh siswa di kelas tersebut.<strong></strong></p>
<p><strong>15.    </strong><strong>Hindari penggunaan ancaman</strong></p>
<p>Jangan mengancam siswa Anda dengan kekerasan, hukuman ataupun nilai rendah. Bagi sebagian siswa ancaman untuk memberi nilai rendah mungkin efektif, namun hal tersebut bisa memicu mereka mengambil jalan pintas (mencontek).<strong></strong></p>
<p><strong>16.    </strong><strong>Hindarilah komentar buruk</strong></p>
<p>Gunakanlah komentar yang positif dan perilaku yang baik. Banyak siswa yang percaya diri akan performa dan kemampuan mereka. Jangan membuat pernyataan yang negatif kepada para siswa di kelas Anda, berkaitan dengan perilaku dan kemampuan mereka. Anda harus selektif dalam menggunakan kata-kata dan berbicara dalam kelas. Apabila tidak hati-hati, kepercayaan diri siswa Anda akan mudah jatuh.<strong></strong></p>
<p><strong>17.    </strong><strong>Kenali minat siswa-siswa Anda</strong></p>
<p>Para siswa mungkin berada dalam satu kelas, namun mereka memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Pahamilah siswa Anda, bagaimana tanggapan mereka terhadap materi dan apa minat,cita-cita, harapan dan kekhawatiran mereka. Pergunakanlah berbagai contoh dalam pembelajaran Anda yang ada kaitannya dengan minat mereka untuk membuat mereka tetap termotivasi dalam belajar.</p>
<p><strong>18.    </strong><strong>Peduli dengan siswa-siswa Anda</strong></p>
<p>Para siswa akan menunjukkan minat dan motivasi pada para guru yang memiliki perhatian.  Perlihatkan bahwa Anda memandang para siswa sebagai layaknya manusia normal dan perhatikan bahwa mereka mendapatkan proses pembelajaran dan bukan hanya sekedar nilai karena hal tersebut tercermin pada kemampuan Anda sebagai seorang guru. Cobalah membangun hubungan yang positif dengan para siswa dan coba kenali mereka sebagaimana Anda memperkrnalkan diri Anda pada mereka. Sebagai contoh, ceritakanlah kisah anda ketika anda masih menjadi siswa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irvanhabibali.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irvanhabibali.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irvanhabibali.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irvanhabibali.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irvanhabibali.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irvanhabibali.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irvanhabibali.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irvanhabibali.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irvanhabibali.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irvanhabibali.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irvanhabibali.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irvanhabibali.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irvanhabibali.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irvanhabibali.wordpress.com/1224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1224&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/06/03/meningkatkan-motivasi-siswa-dalam-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10086a93b9125f0088e0759eae55010a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irvandedy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/kelas6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kelas6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PRIBADI YANG KREATIF</title>
		<link>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/06/03/pribadi-yang-kreatif/</link>
		<comments>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/06/03/pribadi-yang-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 02:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irvandedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[CIRI - CIRI PRIBADI YANG KREATIF]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIVITAS]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[PRIBADI YANG KREATIF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irvanhabibali.wordpress.com/?p=1220</guid>
		<description><![CDATA[CIRI – CIRI PRIBADI YANG KREATIF Csikszentmihalyi mengemukakan 10 pasang ciri-ciri kepribadian kreatif yang seakan – akan  paradoksal tetapi saling terpadu secara dialektis. Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka dapat bekerja berjam-jam dengan konsentrasi penuh, tetapi mereka juga bisa tenang dan rileks, tergantung situasinya. Pribadi kretaif cerdas dan cerdik tetapi pada saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1220&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><strong><a href="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/07092010057.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1221" title="07092010057" src="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/07092010057.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>CIRI – CIRI PRIBADI YANG KREATIF</strong></p>
<p>Csikszentmihalyi mengemukakan 10 pasang ciri-ciri kepribadian kreatif yang seakan – akan  paradoksal tetapi saling terpadu secara dialektis.</p>
<ol>
<li>Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka dapat bekerja berjam-jam dengan konsentrasi penuh, tetapi mereka juga bisa tenang dan rileks, tergantung situasinya.</li>
<li>Pribadi kretaif cerdas dan cerdik tetapi pada saat yang sama mereka juga naïf. Mereka nampak memilliki kebijaksanaan (wisdom) tetapi kelihatan seperti anak-anak (child like). Insight mendalam nampak bersamaan dalam ketidakmatangan emosional dan mental. Mampu berfikir konvergen sekaligus divergen.<span id="more-1220"></span></li>
<li>Ciri paradoksal ketiga berkaitan dengan kombinasi sikap bermain dan disiplin.</li>
<li>Pribadi kreatif dapat berselang-seling antara imajinasi dan fantasi, namun tetap bertumpu pada realitas.Keduanya diperlukan untuk dapat melepaskan diri dari kekinian tanpa kehilangan sentuhan masa lalu.</li>
<li>Pribadi kreatif menunjukkan kecenderungan baik introversi maupun ekstroversi.</li>
<li>Orang kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karyanya pada saat yang sama</li>
<li>Pribadi kreatif  menunjukkan lecenderungan androgini psikoogis, yaitu mereka dapat melepaskan diri dari stereotip gender (maskulin-feminin)</li>
<li>Orang kreatif cenderung mandiri bahkan suka menentang (passionate) bila menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat obyektif dalam penilaian  karya mereka.</li>
<li>Sikap keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering menderita, jika mendapat banyak kritik dan serangan, tetapi pada saat yang sama ia merasa gembira yang luar biasa.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada tiga hal penting kondisi internal dari pribadi kreatif adalah :</p>
<p>1.        Keterbukaan terhadap pengalaman;</p>
<p>2.        Kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseornag; dan</p>
<p>3.        Kemampuan untuk bereksperimen untuk bermain-main dengan konsep-konsep.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Robert J Sternberg, seorang siswa dikatakan memiliki kreativitas di kelas manakala mereka senatiasa menunjukkan:</p>
<ol>
<li>Merasa penasaran dan memiliki rasa ingin tahu, mempertanyakan dan menantang serta tidak terpaku pada kaidah-kaidah yang ada;</li>
<li>Memiliki kemampuan berfikir lateral dan mampu membuat hubungan-hubungan diluar hubungan yang lazim;</li>
<li>Memimpikan tentang sesuatu, dapat membayangkan, melihat berbagai kemungkinan, bertanya “ apa jika seandanya” (<em>what if?</em>), dan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda;</li>
<li>Mengeksplorasi berbagai pemikiran dan pilihan, memainkan ideanya, mencobakan alternatif-alternatif dengan melalui pendekatan yang segar, memelihara pemikiran yang terbuka dan memodifikasi pemikirannya untuk memperoleh hasil yang kreatif; dan</li>
<li>Merefleksi secara kritis atas setiap gagasan, tindakan dan hasil-hasil, meninjau ulang kemajuan yang telah dicapai, mengundang dan memanfaatkan umpan balik, mengkritik secara konstruktif dan dapat melakukan pengamatan secara cerdik.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irvanhabibali.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irvanhabibali.wordpress.com/1220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irvanhabibali.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irvanhabibali.wordpress.com/1220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irvanhabibali.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irvanhabibali.wordpress.com/1220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irvanhabibali.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irvanhabibali.wordpress.com/1220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irvanhabibali.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irvanhabibali.wordpress.com/1220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irvanhabibali.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irvanhabibali.wordpress.com/1220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irvanhabibali.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irvanhabibali.wordpress.com/1220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1220&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/06/03/pribadi-yang-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10086a93b9125f0088e0759eae55010a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irvandedy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/07092010057.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">07092010057</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Cerdas dan Yang Bodoh</title>
		<link>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/06/01/yang-cerdas-dan-yang-bodoh/</link>
		<comments>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/06/01/yang-cerdas-dan-yang-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 07:24:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irvandedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[kebodohan]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>
		<category><![CDATA[orang bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[orang cerdas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irvanhabibali.wordpress.com/?p=1215</guid>
		<description><![CDATA[“Orang yang cerdas adalah orang yang bisa mengekang nafsunya dan beramal untuk (bekal) sesudah mati. Sedangkan orang yang lemah (pikiran) adalah orang yang mengikuti kehendak nafsunya dan berangan pada (pemberian) Allah swt.” (HR. Turmudzi dan Ahmad) Rasulullah kerap melihat suatu masalah dari sudut yang berbeda. Standar kecerdasan seseorang dari hadits di atas dilihat dari kemampuannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1215&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/abi2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1216" title="abi2" src="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/abi2.jpg?w=150&#038;h=148" alt="" width="150" height="148" /></a>“Orang yang cerdas adalah orang yang bisa mengekang nafsunya dan beramal untuk (bekal) sesudah mati. Sedangkan orang yang lemah (pikiran) adalah orang yang mengikuti kehendak nafsunya dan berangan pada (pemberian) Allah swt.” (HR. Turmudzi dan Ahmad)</strong></p>
<p>Rasulullah kerap melihat suatu masalah dari sudut yang berbeda. Standar kecerdasan seseorang dari hadits di atas dilihat dari kemampuannya mengekang nafsu dan tingkat amal-amal shalih yang dilakukannya untuk bekal hari akhirat. Sebaliknya pengumbar dan budak nafsu adalah ciri orang yang lemah pikiran. Kenapa? Orang yang cerdas dalam kriteria Rasulullah adalah orang yang memiliki pandangan jauh ke depan, yakni kehidupan akhirat sebagai terminal kehidupan terakhir. Ia adalah orang yang penuh pertimbangan, tidak sembrono, cermat, hati-hati dan sungguh-sungguh melakukan aktivitasnya karena ia ingin segala sesuatu yang dilakukannya tidak sia – sia apalagi membahayakan dirinya, keluarga, dan umatnya. Amal – amal shalih pasti akan membuahkan ketenangan, kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hidup.<span id="more-1215"></span></p>
<p>Sebaliknya mereka yang akalnya lemah adalah para pengumbar dan budak nafsu, tapi berharap sesuatu yang baik. Kenapa dikatakan lemah akal? Karena orang yang bertipe seperti ini tidak pernah berpikir apa akibat perbuatan yang dilakukannya. Ia tidak pernah memperhitungkan bagaimana hasil perbuatan yang ia lakukan, baik di dunia apalagi di akhirat. Sikap ini merupakan ciri orang yang tak memiliki perhitungan dan pandangan ke depan. Bahkan, saking bodohnya, ia justru memiliki perhitungan dan pandangan yang terbalik. Karena ia mengharapkan hasil yang berlawanan dari yang dikerjakan.</p>
<p>Apa sebenarnya yang disebut hawa nafsu? Hawa nafsu banyak ragamnya, termasuk kecenderungan pada yang baik mupun yang buruk. Manusia secara fitrah memang memiliki nafsu atau kesukaan terhadap hal-hal tertentu. Dalam Al-Qur`an disebutkan,</p>
<p align="center"><strong>“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yakni wanita – wanita, anak – anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan dan sawah ladang …” </strong></p>
<p align="center"><strong>(QS. Ali Imran : 14)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kehidupan kita seringkali kita melihat manusia – manusia yang bernafsu untuk memperoleh kekayaan, pangkat, jabatan, termasuk puja dan puji dari orang lain. Mereka berusaha tampil munafik di depan orang yang mereka nilai mampu memberikan keinginan yang mereka dambakan. Kemunafikan itu tentu saja akan membawa dampak buruk bagi diri mereka, keluarga, bahkan rekan kerja atau teman – teman di sekitarnya, karena manusia – manusia yang haus akan kekayaan, pangkat, jabatan, termasuk puja dan puji berusaha menjadi yang terbaik walaupun harus menjatuhkan teman dan orang – orang di sekitarnya.</p>
<p>Mudah sekali melihat kemunafikan manusia seperti ini, karena ciri – cirinya dapat dilihat dengan kasat mata, diantaranya adalah :</p>
<p>1. Selalu berbicara mengatasnamakan kepentingan bersama, tetapi di belakang itu semua selalu mengatakan bahwa dirinyalah yang mempunyai ide atau inisiatif</p>
<p>2. Selalu berusaha diterima oleh semua orang walaupun dengan cara – cara yang tidak baik, misalnya melontarkan kata – kata pujian yang berlebihan dan selalu diulang – ulang</p>
<p>3. Selalu berusaha menyembunyikan informasi yang penting dalam sebuah kegiatan sehingga hanya dirinya yang tahu dan seakan – akan dirinyalah yang peduli akan permasalahan tersebut</p>
<p>4. Selalu berusaha menghindar bila terjadi sebuah konflik dalam organisasi dengan mengatakan mengikuti saja semua keputusan dengan demikian jika terjadi masalah mereka bisa cuci tangan dan biasanya mengatakan “SEBENARNYA SAYA TIDAK SETUJU DENGAN PENDAPAT SI FULAN”</p>
<p>5. Yang pasti mereka bila diberi amanah akan selalu berlebih – lebihan melaksanakan amanah tersebut seakan – akan dirinya lebih hebat, lebih terpercaya, dan membusungkan dada.</p>
<p>6. Sering memberikan tugas – tugas kepada rekan – rekannya secara tidak adil, perintah berubah &#8211; ubah dan dalam waktu yang tidak mungkin dapat diselesaikan oleh rekan – rekannya sehingga mereka dapat mengatakan “ SI FULAN TIDAK AMANAH DAN TIDAK DAPAT DIPERCAYA”</p>
<p>7. Kadang mereka bicara terlalu bijaksana dan selalu mengatasnamakan agama dan kebenaran, padahal apa yang dikatakan selalu berlawanan dengan yang mereka lakukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mudah – mudahan kita tidak termasuk tanda – tanda dari manusia – manusia munafik tersebut. Tentunya itu semua tergantung dari niat kita dalam menjalankan aktifitas kehidupan ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SEMOGA BERMANFAAT…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irvanhabibali.wordpress.com/1215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irvanhabibali.wordpress.com/1215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irvanhabibali.wordpress.com/1215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irvanhabibali.wordpress.com/1215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irvanhabibali.wordpress.com/1215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irvanhabibali.wordpress.com/1215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irvanhabibali.wordpress.com/1215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irvanhabibali.wordpress.com/1215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irvanhabibali.wordpress.com/1215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irvanhabibali.wordpress.com/1215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irvanhabibali.wordpress.com/1215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irvanhabibali.wordpress.com/1215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irvanhabibali.wordpress.com/1215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irvanhabibali.wordpress.com/1215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1215&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/06/01/yang-cerdas-dan-yang-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10086a93b9125f0088e0759eae55010a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irvandedy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/06/abi2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">abi2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru Ideal</title>
		<link>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/05/04/guru-ideal/</link>
		<comments>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/05/04/guru-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 07:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irvandedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ciri guru ideal]]></category>
		<category><![CDATA[guru ideal]]></category>
		<category><![CDATA[sifat guru ideal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irvanhabibali.wordpress.com/?p=1209</guid>
		<description><![CDATA[SIFAT WAJIB YANG ADA PADA GURU IDEAL Tanggal  2 Mei 2011 kemarin, hampir seluruh sekolah dan Instansi yang ada kaitannya dengan bidang pendidikan melaksanakan sebuah acara “rutin” yaitu Upacara Bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional. Sebuah hari yang mengingatkan kita akan pentingnya pendidikan bagi Harkat, Martabat, dan Kemajuan Bangsa. Pendidikan merupakan sebuah indikator yang membedakan baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1209&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><a href="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/05/buya-hamka.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1210" title="BUYA HAMKA" src="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/05/buya-hamka.jpg?w=450" alt=""   /></a>SIFAT WAJIB YANG ADA PADA GURU IDEAL</strong></p>
<p>Tanggal  2 Mei 2011 kemarin, hampir seluruh sekolah dan Instansi yang ada kaitannya dengan bidang pendidikan melaksanakan sebuah acara “rutin” yaitu Upacara Bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional. Sebuah hari yang mengingatkan kita akan pentingnya pendidikan bagi Harkat, Martabat, dan Kemajuan Bangsa.<span id="more-1209"></span></p>
<p>Pendidikan merupakan sebuah indikator yang membedakan baik buruk dan maju tidaknya sebuah bangsa, karena hasil dari sebuah pendidikan akan menentukan eksistensi sebuah bangsa dalam persaingan global. Pendidikan merupakan kebutuhan semua warga negara dalam upaya keluar dari sebuah keterpurukan hidup.</p>
<p>Salah satu faktor terpenting dari baik buruk dan maju mundurnya sebuah pendidikan adalah “GURU”. Guru adalah aktor utama dalam pelaksanaan pendidikan, sehingga jika terjadi masalah dalam kualitas pendidikan maka gurulah yang menjadi “KAMBING HITAM” dari semua kegagalan pelaksananaan pendidikan.</p>
<p>Dalam tulisan ini saya mencoba mengupas tentang sifat pokok yang wajib ada pada diri semua guru agar pelaksanaan pendidikan menjadi sesuai dengan tujuan dan cita – cita yang kita inginkan bersama. Seorang pendidik perlu memiliki beberapa sifat pokok, yaitu:</p>
<p>a.       Berilmu</p>
<p>Seorang pendidik perlu memiliki ilmu tentang pokok-pokok pendidikan yang dibawa oleh syari&#8217;at Islam. Menguasai hukum halal dan haram, mengetahui prinsip-prinsip etika Islam, serta memahami secara global peraturan-peraturan Islam. Dengan mengetahui semua ini pendidik akan menjadi seorang yang bijak, meletakkan segala sesuatu pada tempat yang sebenarnya, mendidik anak pada pokok persyaratannya, dan memperbaiki dengan berpijak pada dasar-dasar yang kokoh dari ajaran Al Qur&#8217;an. Allah berfirman <strong><em>bahwa tidaklah sama antara orang-orang yang berilmu pengetahuan dengan yang tidak berilmu pengetahuan</em></strong> (QS. 39:9)</p>
<p>b.      Bertaqwa</p>
<p>Sifat penting lain yang harus dimiliki pendidik adalah taqwa, yaitu menjaga diri dari siksa Allah dengan mengerjakan amal saleh dan merasa takut kepada-Nya, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, artinya mengerjakan segala perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Adapun ciri-ciri orang yang taqwa adalah: memiliki keyakinan yang kuat, selalu bersyukur atas apa yang dikaruniakan Allah ridha kepadanya walaupun berbentuk musibah, memiliki sifat memaafkan dan mengasihi</p>
<p>c.         Ikhlas</p>
<p>Sifat ikhlas adalah: Selalu meluruskan niat bahwa seluruh aktivitas pendidik yang dilakukannya, baik berupa perintah, larangan nasehat, pengawasan, dan hukuman adalah semata-mata karena dan untuk Allah Ta&#8217;ala. Tidak pamrih atas apa yang dilakukannya, artinya sama sekali tidak boleh menitipkan kepentingannya pada hasil pendidikan yang akan dicapai. Melaksanakan pendidikan dengan tidak disertai perasaan terpaksa. Semua langkah-langkah pendidikan harus dilakukan dengan lega dan ringan hati.<br />
Dengan cara-cara tersebut seorang pendidik akan dapat melaksanakan pendidikan yang direncanakan, serta mengawasi anak secara terus menerus, disamping mengharapkan pahala dan keridhaan Allah. Ikhlas dalam perkataan dan perbuatan adalah sebagian dari asas Iman yang menjadi keharusan Islam.</p>
<p>d.        Santun</p>
<p>Sifat pokok lain yang menolong keberhasilan pendidik dalam tugas kependidikannya adalah sifat santun. Dengan sifat santun anak akan tertarik pada pendidiknya sebab anak akan memberikan tanggapan positif pada perkataannya. Dengan kesantunan pendidik anak akan berhias dengan akhlak yang terpuji, dan terhindar dari perangai yang tercela. Ciri-ciri santun adalah: lembut dalam kata-kata, perintah, maupun larangan; penyayang terhadap sesamanya apalagi terhadap orang-orang yang lebih lemah dan orang-orang yang lebih tua; menjadi penolong pada saat orang lain memerlukan pertolongannya.</p>
<p>e.         Bertanggung Jawab</p>
<p>Rasa tanggung jawab penting sekali dalam pendidikan anak. Rasa tanggung jawab akan mendorong pendidik untuk mengawasi anak dan memperhatikannya, mengarahkan dan mengikutinya membiasakan, dan melatihnya. Rasa tanggung jawab menimbulkan keyakinan bahwa jika melalaikannya pada suatu ketika, secara bertahap si anak akan terjerumus pada jurang kerusakan. Oleh karenanya, maka sifat tanggung jawab harus dimiliki dan selalu ditingkatkan. Adapun ciri-ciri tanggung jawab adalah: selalu mengupayakan langkah-langkah pendidikan; tabah dalam menghadapi hambatan dan tantangan pendidikan; selalu tenang dan mohon pertolongan kepada Allah; menyerahkan hasil usahanya pada keputusan Allah.</p>
<p>Akhirnya dapat dikatakan bahwa figur seorang pendidik ideal adalah pendidik yang memiliki enam sifat asasi pendidik, kemudian dapat menerapkannya sesuai dengan fitrah anak untuk membawa anak menjadi khalifah sekaligus seorang abdi.</p>
<p>SEMOGA BERMANFAAT&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irvanhabibali.wordpress.com/1209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irvanhabibali.wordpress.com/1209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irvanhabibali.wordpress.com/1209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irvanhabibali.wordpress.com/1209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irvanhabibali.wordpress.com/1209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irvanhabibali.wordpress.com/1209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irvanhabibali.wordpress.com/1209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irvanhabibali.wordpress.com/1209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irvanhabibali.wordpress.com/1209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irvanhabibali.wordpress.com/1209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irvanhabibali.wordpress.com/1209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irvanhabibali.wordpress.com/1209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irvanhabibali.wordpress.com/1209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irvanhabibali.wordpress.com/1209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1209&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/05/04/guru-ideal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10086a93b9125f0088e0759eae55010a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irvandedy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/05/buya-hamka.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BUYA HAMKA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Sukses Ujian Nasional (UN)</title>
		<link>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/03/17/tips-sukses-ujian-nasional-un/</link>
		<comments>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/03/17/tips-sukses-ujian-nasional-un/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 08:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irvandedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cara sukses UN]]></category>
		<category><![CDATA[tips sukses ujian nasional]]></category>
		<category><![CDATA[tips sukses UN]]></category>
		<category><![CDATA[ujian nasional]]></category>
		<category><![CDATA[un]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irvanhabibali.wordpress.com/?p=1205</guid>
		<description><![CDATA[Buat kamu – kamu yang lagi pada semangat belajar buat persiapan Ujian Nasional, ada beberapa tips yang dapat kamu praktekkan agar kamu bisa menghadapi Ujian Nasional dengan sukses dan mendapatkan hasil yang baik ( sesuai harapan&#8230; ) 1. Hadapilah UN dengan tenang dan proporsional Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1205&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/03/dwiwarna.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1206" title="DWIWARNA" src="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/03/dwiwarna.jpg?w=450" alt=""   /></a>Buat kamu – kamu yang lagi pada semangat belajar buat persiapan Ujian Nasional, ada beberapa tips yang dapat kamu praktekkan agar kamu bisa menghadapi Ujian Nasional dengan sukses dan mendapatkan hasil yang baik ( sesuai harapan&#8230; )</strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Hadapilah UN dengan tenang dan proporsional</strong></p>
<p><strong>Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi dan dilalui bukan disikapi dengan protes apalagi sampai mogok makan&#8230;&#8230; Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.<span id="more-1205"></span></strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Bersikaplah proaktif</strong></p>
<p><strong>Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal yang telah ditentukan, justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 7,01 , 8,01 atau 9,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban. INGAT&#8230; JANGAN BERHARAP DAPAT CONTEKAN ATAU BOCORAN YA&#8230; </strong></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Buatlah rencana</strong></p>
<p><strong>Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari, dipilah-pilah antara bahan UN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis. Ingat&#8230; JANGAN SKS&#8230; SISTEM KEBUT SEMALAM&#8230; HE..HE..</strong></p>
<p><strong>4. </strong><strong>Perbanyaklah baca dan latihan soal</strong></p>
<p><strong>Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian). TAPI&#8230; KONSEP YANG DIAJARKAN OLEH GURU DI SEKOLAH LEBIH PENTING LOH&#8230; SETUJU KAN ???!!!</strong></p>
<p><strong>5. </strong><strong>Belajar kelompok</strong></p>
<p><strong>Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita. INGAT&#8230; MANFAATKAN WAKTU UNTUK BELAJAR&#8230; BELAJAR ITU TERMASUK IBADAH LOH&#8230;</strong></p>
<p><strong>6. </strong><strong>Efektifkan belajar di sekolah</strong></p>
<p><strong>Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus kalaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah. Pada umumnya, para siswa kurang menggunakan kemampuan nalarnya dalam belajar, baru sebatas menghafal. Siswa juga masih kurang untuk bertanya, berdialog bahkan berdebat dengan gurunya. Padahal kemampuan bertanya salah satu upaya untuk memperkuat pemahamaman atau pengertian dan keterampilan belajar. PERCAYALAH&#8230; GURU ITU SELALU BERUSAHA BERBUAT YANG TERBAIK BUAT SISWANYA&#8230;</strong></p>
<p><strong>7. </strong><strong>Mohon doa restu dari orang tua</strong></p>
<p><strong>Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UN 2010 sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UN. INGAT&#8230; RIDHO ALLAH TERGANTUNG RIDHO ORANG TUA&#8230; </strong></p>
<p><strong>8. </strong><strong>Lakukan sholat malam</strong></p>
<p><strong>Adalah sombong yang beranggapan bahwa keberhasilan kita semata-mata usaha dan kerja keras kita sendiri tanpa keikutsertaan Allah SWT. Untuk itu dengan segala kerendahan diri dan hati di hadapan-Nya, kita bersujud yang lama di setiap rakaat terakhir dari sholat malam, kita panjatkan doa agar diberi kesehatan, kemudahan dalam mengerjakan soal-soal UN nanti, dan kelulusan. Allah Maha Tahu dan tentu akan mendengarkan dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.</strong></p>
<p><strong>INSYAALLAH&#8230; KITA SUKSES UJIAN NASIONAL DAN JUGA SUKSES DALAM UJIAN YANG LAINNYA&#8230; HE&#8230;HE&#8230;HE&#8230;</strong></p>
<p><strong>MET MENEMPUH UJIAN NASIONAL YA&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irvanhabibali.wordpress.com/1205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irvanhabibali.wordpress.com/1205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irvanhabibali.wordpress.com/1205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irvanhabibali.wordpress.com/1205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irvanhabibali.wordpress.com/1205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irvanhabibali.wordpress.com/1205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irvanhabibali.wordpress.com/1205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irvanhabibali.wordpress.com/1205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irvanhabibali.wordpress.com/1205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irvanhabibali.wordpress.com/1205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irvanhabibali.wordpress.com/1205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irvanhabibali.wordpress.com/1205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irvanhabibali.wordpress.com/1205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irvanhabibali.wordpress.com/1205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1205&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/03/17/tips-sukses-ujian-nasional-un/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10086a93b9125f0088e0759eae55010a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irvandedy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/03/dwiwarna.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DWIWARNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KUALITAS GURU</title>
		<link>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/03/11/kualitas-guru/</link>
		<comments>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/03/11/kualitas-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Mar 2011 01:26:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irvandedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ciri guru yang berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[faktor kualitas guru]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[guru yang berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irvanhabibali.wordpress.com/?p=1201</guid>
		<description><![CDATA[A. Pengertian Guru yang Berkualitas Guru atau pendidik dalam Pasal 1 Ayat 6 Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.”. Selanjutnya pada Pasal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1201&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4><a href="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/03/rapat1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1202" title="rapat1" src="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/03/rapat1.jpg?w=450" alt=""   /></a>A. Pengertian Guru yang Berkualitas</h4>
<p>Guru atau pendidik dalam Pasal 1 Ayat 6 Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.”.<span id="more-1201"></span></p>
<p>Selanjutnya pada Pasal 39 ayat 2, dinyatakan bahwa: ”Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”.</p>
<p>Merujuk pada Undang-undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 yang dimaksud dengan guru yang berkualitas adalah guru yang profesional. Ada beberapa istilah yang bertautan dengan kata profesional, yaitu profesi, profesionalisme, profesionalitas dan profesionalisasi. Untuk dapat memperjelas satu sama lain, mari kita lihat terminologi kata-kata tersebut.</p>
<p>Hoyle (Dean, 1991:38) mendefinisikan profesi sebagai suatu pekerjaan yang memiliki karakteristik adanya praktek yang ditunjang oleh teori, adanya pelatihan yang lama, adanya kode etik yang mengatur perilaku, adanya tingkat otonomi yang tinggi dan adanya tanggungjawab dari anggotanya.</p>
<p>Menurut Sanusi, dkk (1991:19) profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut  keahlian (<em>expertise</em>) dari para anggotanya. Artinya, pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Keahlian diperoleh melalui apa yang disebut profesionalisasi, yang dilakukan baik sebelum seseorang menjalani profesi itu (pendidikan/latihan pra-jabatan) maupun setelah menjalani profesi  (<em>in-service-training</em>).</p>
<p>Budiningsih mengemukakan (2005) suatu profesi bukanlah sekedar mata pencaharian atau bidang pekerjaan, tetapi juga mengandung pengertian pengabdian kepada sesuatu seperti keadilan, kebenaran, meringankan penderitaan sesama dan sebagainya. Seseorang yang menyadari akan profesinya tahu betul pengabdian apa yang akan diberikan kepada masyarakat melalui pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya.</p>
<p>Dengan paparan di atas dengan jelas dapat dikemukakan ciri-ciri pokok profesi seperti yang diungkapkan oleh Supriadi (1998: 96-97) berikut ini:</p>
<p>1.        Pekerjaan itu mempunyai fungsi dan signifikansi sosial karena diperlukan mengabdi kepada masyarakat. Di pihak lain, pengakuan masyarakat merupakan syarat mutlak bagi suatu profesi, jauh lebih penting dari pengakuan pemerintah.</p>
<p>2.        Profesi menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh lewat pendidikan dan latihan yang ‘lama’ dan intensif serta dilakukan dalam lembaga tertentu yang secara sosial dapat dipertanggungjawabkan  (<em>accountable</em>). Proses pemerolehan keterampilan itu bukan hanya rutin, melainkan bersifat pemecahan masalah. Jadi dalam suatu profesi, <em>independen judgment</em> berperanan dalam mengambil keputusan, bukan sekadar menjalankan tugas.</p>
<p>3.        Profesi didukung oleh suatu disiplin ilmu (<em>a systematic body of knowledge</em>), bukan sekadar serpihan atau hanya <em>common sense.</em></p>
<p>4.        Ada kode etik yang menjadi pedoman perilaku anggotanya beserta sangsi yang jelas dan tegas terhadap pelanggaran kode etik. Pengawasan terhadap ditegakannya kode etik dilakukan oleh organisasi profesi.</p>
<p>Sebagai konsekuensi dari layanan yang diberikan kepada masyarakat, maka anggota profesi secara perorangan ataupun kelompok memperoleh imbalan finansial atau materil.</p>
<p>Menurut Sanusi, et al (1991:20) dan Danim (2002: 22) professional menunjuk pada dua hal, pertama orang yang menyandang suatu profesi. Orang yang profesional biasanya melakukan pekerjaan secara otonom dan mengabdikan diri pada pengguna jasa dengan disertai  rasa tanggung jawab atas  kemampuan profesionalnya itu. Kedua, kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. Pada tingkat tinggi, kinerja itu dimuati unsur-unsur kiat atau seni yang menjadi ciri tampilan  profesional seorang penyandang profesi.</p>
<p>Secara luas kata profesional menunjukkan pada seseorang yang ahli atau terampil dalam seni dan atau aktivitas tertentu. Seorang profesional melakukan suatu aktivitas untuk menerima bayaran atas apa yang ia kerjakan yang biasanya menurut keahlian dan keahlian itu dianggap penting secara sosial dan kebiasaannya. Melakukan sesuatu secara profesional berarti menunjuk bahwa aktivitas seseorang itu mengikuti aturan-aturan khusus, tertulis maupun tidak tertulis mengenai perilaku, pakaian, cara bicara dan lain-lain.</p>
<p>Menurut Goodlad, <em>et al</em> (Webb: 2002: 47-61), ada tiga gagasan yang diterima secara umum dalam literatur pendidikan tentang guru yang profesional. <em>Pertama</em>, seorang profesional harus memiliki tingkat bakat dan keterampilan yang tinggi. <em>Kedua</em>, profesional harus menggunakan keilmuannya untuk mendukung pekerjaannya, <em>ketiga</em>, profesional harus memiliki otonomi untuk membuat keputusan  yang menggabungkan antara keterampilan dan pengetahuannya. Alasan konseptual mengemukakan bahwa guru memerlukan keterlibatan pemikiran kompleks yang efektif dalam pekerjaannya. Misalnya, keragaman siswa memerlukan guru yang dapat mempertimbangkan cara mengajar  yang sesuai supaya materi dapat disampaikan kepada siswa dengan berbagai latar belakang kemampuan.</p>
<p><em>Educational Leadership</em> dalam Supriadi (1998:98) menulis bahwa untuk menjadi profesional seorang guru dituntut untuk memiliki lima hal:</p>
<p>1.        Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada  kepentingan siswanya.</p>
<p>2.        Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta mengajarkannya kepada siswa. Bagi guru, hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.</p>
<p>3.        Guru bertanggungjawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi, mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar.</p>
<p>4.        Guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya, dan belajar dari pengalamannya. Artinya, harus selalu ada waktu untuk guru guna mengadakan refleksi dan koreksi terhadap apa yang  telah dilakukannya. Untuk bisa belajar dari pengalaman, ia harus tahu mana yang benar dan salah, serta baik dan buruk dampaknya pada proses belajar siswa.</p>
<p>5.        Guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya.</p>
<p>Kesimpulannya ialah seorang guru dikatakan profesional jika ia seorang ilmuwan yang dibekali dengan kemampuan dan keterampilan untuk menjadi guru. Ia harus menguasai keterampilan metodologis, karena menurut Budiningsih (2005), keterampilan metodologis inilah yang menjadi ciri khas yang membedakan guru dengan profesi lainnya.</p>
<p>Profesionalisme (<em>professionalism</em>) berarti sifat profesional. Menurut Danim (2002:23) orang yang profesional memiliki sikap-sikap yang berbeda dengan orang yang tidak profesional meskipun dalam pekerjaan yang sama. Tidak jarang  pula orang yang berlatar belakang pendidikan sama dan bekerja pada tempat yang sama menampilkan kinerja profesional yang berbeda, serta berbeda pula pengakuan masyarakat kepada mereka. Profesionalisme berarti sifat yang ditampilkan dalam perbuatan, bukan yang dikemas dalam kata-kata yang diklaim oleh pelaku secara individual. Jadi profesionalisme  berarti suatu komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya.</p>
<p>Menurut Sanusi, et al (1991:20), profesionalitas mengacu kepada sikap para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjaannya.</p>
<p>Profesionalitas mengandung dua dimensi utama, yaitu peningkatan status dan peningkatan kemampuan praktis. Aksentasinya dapat dilakukan melalui penelitian, diskusi antar rekan se profesi, penelitian dan pengembangan, membaca karya akademik kekinian, dan sebagainya. Kegiatan belajar mandiri, mengikuti pelatihan, studi banding, observasi praktikal, dan lain-lain menjadi bagian integral upaya profesionalisasi itu. Sedangkan Hoyle (Dean, 1991:38) berbicara profesionalitas sebagai suatu sikap terhadap praktik profesional suatu pekerjaan dan tingkat keterampilan serta  pengetahuan dalam pekerjaan tersebut.</p>
<p>Profesionalisasi merupakan proses peningkatan kualifikasi atau kemampuan para anggota penyandang suatu profesi untuk mencapai standar ideal dari penampilan atau perbuatan yang diinginkan oleh profesinya itu. Profesionalisasi pada dasarnya merupakan serangkaian proses pengembangan  professional (<em>professional development</em>), baik dilakukan melalui pendidikan/ latihan ‘prajabatan’ maupun ‘dalam jabatan’. Oleh karena itu, profesionalisasi merupakan proses yang <em>life-long</em> dan <em>never-ending</em>, secepat seseorang telah menyatakan dirinya sebagai warga suatu profesi.</p>
<p><strong>B. Ukuran Guru yang Berkualitas</strong></p>
<p>Tantangan baru yang muncul kemudian dalam rangka pelaksanaan tugas keprofesionalan seorang guru atau pendidik, seiring dengan terbitnya UU No. 14 Tahun 2005 dan PP No. 19 tahun 2005 adalah tantangan normatif berupa sertifikasi guru sebagai jaminan lulus uji kompetensi sebagai guru profesional. Meskipun di dalamnya ada harapan baru berkaitan dengan tingkat kesejahteraan guru, tetapi sekaligus menjadi buah kecemasan dan penantian yang belum pasti bagi pendidik atau guru.</p>
<p>Guru harus berkualitas menurut standar tertentu. Bukti kualitas menurut standar tertentu yang menjamin seseorang dapat dikatakan sebagai guru profesional adalah selembar sertifikat. Pemerolehan sertifikat sebagai guru profesional harus melalui dan lulus uji kompetensi guru.</p>
<p>Ada dua kriteria utama yang menjadi syarat untuk sampai kepada maksud tersebut, yakni (PP RI No. 19 Tahun 2005, pasal 28, ayat 1 – 3): (1) Memenuhi kualifikasi akademik pendidikan formal minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1), dan (2) Memenuhi standar kompetensi sebagai agen pembelajaran.</p>
<p>Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional, (PP RI No. 19 Tahun 2005, pasal 28, ayat 1). Kualifikasi akademik, sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat (1) adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seseorang yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, (PP No. 19 Tahun 2005, pasal 28, ayat 2).</p>
<p>Pasal 6: Pendidik pada SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat memiliki: (a). Kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1); (b) Latar belakang pendidikan tinggi dengan program pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan; dan (c). Sertifikasi profesi guru untuk SMK/MAK.</p>
<p>Penjelasan konsep selanjutnya berkaitan dengan sertifikasi guru adalah kompetensi pendidik atau guru atau dosen. Kompetensi menurut Basuki Wibawa (2005), menggolongkan kompetensi menjadi tiga bagian, yakni: Kompetensi Individu; Kompetensi Kelompok; dan Kompetensi Inti Organisasi. Kompetensi individu adalah kombinasi pengetahuan, kemampuan/keterampilan dan sikap yang dimiliki seseorang, termasuk guru SMK sehingga ia mampu melaksanakan pekerjaan yang telah dirancang bagi dirinya (sebagai pendidik) baik untuk saat ini maupun di masa mendatang. Sementara itu, kompetensi kelompok adalah perpaduan kompetensi individu yang bersinergi untuk membentuk kompetensi inti organisasi. Kompetensi inti organisasi adalah keunggulan-unggulan sinergis yang dimiliki oleh suatu organisasi atau lembaga pendidikan sehingga mampu mencapai tujuannya dan menjawab permasalahan dan tantangan implementasi program kerja yang dihadapi. Kompetensi organisasi biasanya dibangun melalui proses pertumbuhan pembelajaran yang melibatkan berbagai elemen organisasi dan sering kali menyita waktu yang panjang dan menyerap sumberdaya yang besar.</p>
<p>Basuki Wibawa (2005), menyatakan bahwa kompetensi merupakan kombinasi yang kompleks antara pengetahuan, sikap, keterampilan dan nilai-nilai yang ditunjukkan dalam konteks pelaksanaan tugas.</p>
<p>Sementara itu, UU RI No. 14 2005, Pasal 1, ayat 10, menegaskan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Dengan demikian, kompetensi guru merupakan karakteristik dasar yang ditunjukkan oleh guru dalam bentuk pernyataan, sikap dan tindakan yang membentuk kepribadiannya yang mampu membedakan dirinya dengan orang lain dengan performansi tinggi atau rendah dalam melaksanakan tugasnya di bidang pekerjaan tertentu dalam lembaga pendidikan.</p>
<p>Meskipun pengertian kompetensi secara umum telah dijelaskan di atas, tetapi secara rinci yang mengindikasikan kompetensi guru sebagai agen pembelajaran meliputi: Kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan Sosial, (UU RI No. 14 tahun 2005, pasal 10 ayat 1; dan PP RI No. 19 tahun 2005, pasal 28, ayat 3).</p>
<p>Lulus uji kompetensi sebagai syarat untuk memperoleh sertifikasi profesi yang menandai layak tidaknya seorang pendidik menyandang sebutan pendidik profesional berimplikasi pada meningkatnya penghasilan pendidik. Pendidik yang menyandang sebutan profesional berhak memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokoknya. Pendapatan yang bertambah akan berimplikasi pula pada meningkatnya perhatian pendidik pada tugas pokoknya dan akan mengurangi porsi waktunya untuk bekerja “di luar” jam tugas pokoknya. Hal itu berdampak positif pada kualitas pengelolaan PBM yang dikelolanya. Selanjutnya, dapat diharapkan kualitas peserta didiknya meningkat pula. Pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pendidikan pada umumnya.</p>
<p>Menurut Danim, (2002) untuk melihat apakah guru dikatakan profesional atau tidak, dapat dilihat dari dua perspektif. <em>Pertama</em>, dilihat dari tingkatan pendidikan minimal dari latar belakang pendidikan untuk jenjang sekolah tempat dia menjadi guru. <em>Kedua</em>, penguasaan guru terhadap materi bahan ajar, mengelola proses pembelajaran, mengelola siswa, melakukan tugas-tugas bimbingan, dan lain-lain. (Sudarwan Danim, 2002). Perspektif ini merujuk pada konsep yang dianut di lingkungan Depdiknas, sebagai “<em>instructional leader</em>” guru harus memiliki 10 kompetensi, yakni (Sudarwan Danim, 2002) :</p>
<p>(1) Mengembangkan kepribadian, (2) Menguasai landasan kependidikan, (3) Menguasai bahan pengajaran, (4) Menyusun program pengajaran, (5) Melaksanakan program pengajaran, (6) Menilai hasil dan proses belajar-mengajar, (7) Menyelenggarakan program bimbingan. (8) Menyelenggarakan administrasi sekolah. (9) Kerjasama dengan sejawat dan masyarakat. (10) Menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.</p>
<p>Sementara dalam  Undang-undang No 14  tahun 2005  tentang Guru dan Dosen pasal 10 dan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28, disebutkan bahwa guru yang berkualitas harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Keempat kompetensi yang dimaksud diterangkan berikut ini:</p>
<p>1.        Kemampuan Pedagogik. Dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen  dikemukakan kompetensi pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran. Kompetensi ini  dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar, kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar, dan kemampuan melakukan penilaian.</p>
<p>2.        Kemampuan Profesional. Menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kompetensi profesional adalah “kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam”. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru profesional. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya, rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat guru lainnya. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan profesional mencakup (1) penguasaan pelajaran yang terkini  atas penguasaan bahan yang harus diajarkan, dan konsep-konsep dasar keilmuan bahan yang diajarkan tersebut, (2) penguasaan dan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan, (3) penguasaan proses-proses kependidikan, keguruan dan pembelajaran siswa. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang <em>subject matter</em> (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoretik, maupun memilih metode yang tepat dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi profesional meliputi: (1) pengembangan profesi, (2) pemahaman wawasan, dan (3) penguasaan bahan kajian akademik. Pengembangan profesi meliputi (1) mengikuti informasi perkembangan iptek yang mendukung profesi melalui berbagai kegiatan ilmiah, (2) mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah, (3) mengembangkan berbagai model pembelajaran, (4) menulis makalah, (5) menulis/menyusun diktat pelajaran, (6) menulis buku pelajaran, (7) menulis modul, (8) menulis karya ilmiah, (9) melakukan penelitian ilmiah (<em>action research</em>), (10) menemukan teknologi tepat guna, (11) membuat alat peraga/media, (12) menciptakan karya seni, (13) mengikuti pelatihan terakreditasi, (14) mengikuti pendidikan kualifikasi, dan (15) mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. Pemahaman wawasan meliputi (1) memahami visi dan misi, (2) memahami hubungan pendidikan dengan pengajaran, (3) memahami konsep pendidikan dasar dan menengah, (4) memahami fungsi sekolah, (5) mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan dalam hal proses dan hasil belajar, (6) membangun sistem yang menunjukkan keterkaitan pendidikan dan luar sekolah. Penguasaan bahan kajian akademik meliputi (1) memahami struktur pengetahuan, (2) menguasai substansi materi, (3) menguasai substansi kekuasaan sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan siswa. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru meliputi (1) kemampuan penguasaan materi pelajaran, (2) kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah, (3) kemampuan pengembangan profesi, dan (4) pemahaman terhadap wawasan dan landasan pendidikan</p>
<p>3.        Kemampuan Sosial. Guru yang efektif adalah guru yang mampu membawa siswanya dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran. Mengajar di depan kelas merupakan perwujudan interaksi dalam proses komunikasi. Menurut Undang-undang Guru dan Dosen kompetensi sosial adalah “kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar”. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi sosial adalah kemampuan yang diperlukan oleh seseorang agar berhasil dalam berhubungan dengan orang lain. Dalam kompetensi sosial ini termasuk keterampilan dalam interaksi sosial dan melaksanakan tanggung jawab sosial. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kompetensi sosial guru meliputi (1) interaksi guru dengan siswa, (2) interaksi guru dengan kepala sekolah, (3) interaksi guru dengan rekan kerja, (4) interaksi guru dengan orang tua siswa, dan (5) interaksi guru dengan masyarakat. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi sosial mengharuskan guru memiliki kemampuan komunikasi sosial baik dengan peserta didik, sesama guru, kepala sekolah, pegawai tata usaha, bahkan dengan anggota masyarakat.</p>
<p>4.        Kemampuan Pribadi. Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar, memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia.  Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya, sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan “ditiru” (di contoh sikap dan perilakunya). Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. Dalam kaitan ini, Zakiah Darajat dalam Syah (2000: 225-226)  menegaskan bahwa kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya, ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah). Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. Fleksibilitas kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. Selain itu, ia memiliki resistensi atau daya tahan terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan. Dalam Undang-undang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi kepribadian adalah “kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik”. Surya (2003:138) menyebut kompetensi kepribadian ini sebagai kompetensi personal, yaitu kemampuan pribadi seorang guru yang diperlukan agar dapat menjadi guru yang baik. Kompetensi personal ini mencakup kemampuan pribadi yang berkenaan dengan pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi personal mengharuskan guru memiliki kepribadian yang mantap sehingga menjadi sumber inspirasi bagi subyek didik, dan patut diteladani oleh siswa. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru meliputi (1) sikap, dan (2) keteladanan.</p>
<p>Menurut Sudhita (2006) keempat kompetensi yang dipaparkan di atas sebetulnya sudah menjadi kewajiban guru, diminta maupun tidak diminta, guru harus melakukannya secara tulus..</p>
<h4>C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Guru</h4>
<p>Mohamad Surya (2002) mengatakan bahwa faktor–faktor yang mempengaruhi kinerja profesional guru adalah “kepuasan kerja” Kepuasan kerja ini dilatarbelakangi oleh faktor-faktor: (1) imbalan jasa, (2) rasa aman, (3) hubungan antar pribadi, (4) lingkungan kerja dan (5) kesempatan untuk pengembangan dan peningkatan diri. BPPN tahun 1999 menyatakan bahwa kesejahteraan guru merupakan aspek paling <em>crucial</em> dalam dunia pendidikan. Tingkat kesejahteraan guru tergolong rendah, bahkan amat rendah, tidak setara dengan pengabdian yang diberikannya. Kesejahteraan guru yang rendah berdampak tidak menguntungkan terhadap motivasi guru, status sosial profesi keguruan, dan dunia pendidikan secara keseluruhan. Gaji merupakan aspek utama dan paling pokok dalam kesejahteraan guru. Selain gaji, kesejahteraan guru juga meliputi kelancaran dalam kenaikan pangkat, rasa aman dalam menjalankan tugas, kondisi kerja, kepastian karier sebagai guru, dan hubungan antar pribadi.</p>
<p>Faktor-faktor tersebut saat ini belum terwujud sepenuhnya dalam lingkungan kehidupan guru dan belum mendapat perhatian yang cukup oleh pemerintah dalam program profesionalisasinya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Daftar Bacaan</strong></p>
<p>Anwar, Moch. Idochi. 2004. <em>Administrasi Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan</em>. Bandung: Alfabeta</p>
<p>Dean, Joan. 1991 <em>Professional Development in School</em>. Philadelphia: Ohio University Press</p>
<p>Dedi Supriadi. 1998 <em>Mengangkat Citra dan Martabat Guru</em>. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa</p>
<p>Suara Pembaruan. 1 Mei 2007. Pendidikan yang Melahirkan Pengangguran Intelektual. Jakarta</p>
<p>Sudarwan Danim. 2002. <em>Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan, </em>Bandung: CV Pustaka Setia</p>
<p>Wirawan. 2002. <em>Profesi dan Standar Evaluasi</em>. Jakarta: Yayasan Bangun Indonesia &amp; UHAMKA Pres.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irvanhabibali.wordpress.com/1201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irvanhabibali.wordpress.com/1201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irvanhabibali.wordpress.com/1201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irvanhabibali.wordpress.com/1201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irvanhabibali.wordpress.com/1201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irvanhabibali.wordpress.com/1201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irvanhabibali.wordpress.com/1201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irvanhabibali.wordpress.com/1201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irvanhabibali.wordpress.com/1201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irvanhabibali.wordpress.com/1201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irvanhabibali.wordpress.com/1201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irvanhabibali.wordpress.com/1201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irvanhabibali.wordpress.com/1201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irvanhabibali.wordpress.com/1201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irvanhabibali.wordpress.com&amp;blog=8042564&amp;post=1201&amp;subd=irvanhabibali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irvanhabibali.wordpress.com/2011/03/11/kualitas-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10086a93b9125f0088e0759eae55010a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irvandedy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irvanhabibali.files.wordpress.com/2011/03/rapat1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rapat1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
