MIMPI SANG GURU…

Mimpi yang telah lama tertanam dalam palung hati. Lama. Ya, lama sekali Sang Guru ingin mewujudkannya. Walau Sang Guru tahu itu tak semudah membalikan tangan. Harus bermandikan peluh lebih dahulu. Bahkan memandikan darah sekalipun. Tapi kenapa tidak! Toh, Sang Guru meanggapnya sebagai sebuah perjalanan untuk menuju sebuah kesuksesan nanti.

Karena ini adalah mimpiku!

Mimpi seorang guru yang serba kekurangan dan keterbatasan  dalam usahanya mencoba memberikan ilmu dan pemikirannya kepada para anak didiknya.  Guru yang ingin mewujudkan mimpinya. Mimpi ingin membuat anak didiknya menjadi anak yang berimtak, berimtek, kreatif,  selalu bersemangat dan berpikir positif akan hidup dan kehidupan. Guru yang ingin mendedikasikan apa yang dimilikinya untuk kemajuan dan kebaikan anak didiknya dengan segala tantangan dan rintangan yang menghadang, dengan segala cemoohan dan pandangan sinis rekan – rekannya, dan dengan segala kekakuan dari aturan pendidikan yang ada. Tapi sang guru selalu berpikir positif dengan pemikiran Allah akan memberikan rintangan dan cobaan bagi mereka yang ingin maju dan berbuat untuk kebaikan orang lain, agar terlihat mana yang bermental dan mana yang tidak. Ini motivasi yang membuat sang Guru tetap berusaha menggapai mimpinya.

Mimpi!

Ya, mungkin bagi orang lain melihat mimpi Sang Guru seperti kembang gula-gula (lolypop) seperti yang dinikmati oleh anak-asak kecil. Dijilat, dirasakan lalu habis setelah itu membuat sakit gigi. Halnya jika mimpi Sang Guru seperti itu. Jika tak tercapai hanya kekecewaan yang didapat. Aku harap hal itu tak pernah terjadi. Dan tak akan pernah! Selamanya. Semoga!

Mimpi. Memang tak semua orang akan mempercayai keberadaannya secara langsung. Adakalanya mimpi dianggap sebagai bunga tidur saja. Setelah siuman lalu hilang ditelan angin kenyataan. Semu. Nisbi. Hilang entah kemana.

Sang Guru tak mempermasalahkan itu. Jika memang ada yang memiliki pandangan seperti itu. Dulu Sang Guru juga beranggapan seperti itu. Bahkan lebih ekstrem lagi, Sang Guru mengatakan dan menganggap bahwa mimpi hanya milik orang-orang bersaku tebal. Hartawan. Konglomerat. Sampai para penghamba uang. Namun ketika mimpi Sang Guru kini telah berwujud kekeliruan itu akhirnya musnah sendirinya sejalan aku makin mantap untuk meyakini mimpi ini. Mimpiku.

Jangan takut bermimpi.

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu” (Andrea Hirata)

Ternyata mimpi itu ada! Benar-benar memang ada. Halnya ketika seorang anak berasal dari Bangka Belitong bernama Ikal yang mampu menggapai mimpinya. Mengejar cita-citanya untuk kuliah di Perancis, Paris dalam sebuah novel maha karya Sang Pemimpi yang ditulis oleh Andre Hirata (si tokoh dalam novel itu pula). Dan aku merasakannya itu.

Mimpi itu sekarang sedang didekapanku. Merangkulku. Dengan senyuman yang membuat aku ingin cepat-cepat memberitahukan kepada seluruh dunia. Mimpiku sudah menjadi kenyataan sekarang.

Perlahan mimpi Sang Guru terwujud….

Sebuah pesan masuk di mailbox pribadi Sang Guru, membuat Sang Guru merasa tersanjung dan termotivasi. Sang Guru membaca pesan itu, ada sebuah keharuan yang merasuk ke dalam hatinya. Sang Guru tak menyangka jika ada seorang kawan memberinya sebuah pesan seperti itu. Betapa aku sangat bahagia sekaligus menjadikan aku tetap survive dalam segala apapun yang terjadi. Serta langkah awal aku untuk menuju mimpiku selanjutnya.

Mimpi Sang Guru sekarang nyata. Mimpiku sekarang bukan kembang gula-gula (lolypop) lagi. Mimpi itu sudah ada di depan mataku. Mimpi itu sekarang sedang berdiri tegak dan menampakan dirinya di depan para anak didiknya. Dan itulah mimpi yang selama ini yang telah lama aku mimpikan. Mimpi memberikan pendidikan kepada anak didiknya dengan pengajaran yang menyenangka, membuat anak didik selalu termotivasi dalam belajar dan yang terpenting adalah tidak ada lagi anak didik yang terpaksa belajar. Itulah mimpiku! Sang Guru berujar.

Hingga Sang Guru ingat sebuah prakata di dalam buku yang pernah dibacanya. Seumur hidup, satu karya Anda sudah cukup! Hal yang penting Anda tidak menjadi manusia pra sejarah atau manusia primitif.

2 Balasan ke MIMPI SANG GURU…

  1. masedlolur mengatakan:

    nah, lebih baik bangun dan memperjuangkan kenyataan kan? daripada cuma mimpi

    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: