Untukmu sahabat…

Sahabat… Akhirnya engkau dapatkan pelabuhan hati yang kau idam – idamkan… Moga dapat kau jaga, rawat dan didik menjadi istri yang sholehah dan memberikan keturunan yang dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah… Ya aku hanya bisa berdoa untuk kebahagianmu…

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. ( Ar-Ruum : 21 )

Sering banget kita membaca ayat ini dan mungkin juga kita sudah hapal dengan artinya, apalagi bagi yang sering dapat undangan walimah atau jadi panitia pernikahan. Kalo kata orang Betawi sich… dak “afdol” kalo ayat itu kagak dipasang didepan undangan perkawinan. Memang bagus banget sich karena mengandung makna yang sangat dalam dan mungkin juga sebagai peringatan kepada kita bahwa sesungguhnya setiap manusia itu sudah mempunyai “jodoh” , tinggal bagaimana kita mencari, menemukan dan “menangkap” jodoh yang sudah Allah siapkan buat kita.

Nah… tanggal 6 Desember 2009 yang lalu, saudara kita yang bernama “Ito” akan melangsungkan pernikahannya dengan seorang wanita “pujaan” hatinya yang sudah cukup lama dikenalnya. Mungkin sudah banyak nasihat or wejangan yang diterima saudara kita ini, baik dari teman, keluarga atau bisa jadi dari calon mertua. But tidak ada salahnya saya juga mencoba sedikit memberikan kata – kata yang mudah – mudahan dapat berguna buat kehidupan kedua calonmempelai.

Saya berharap kepada saudara satu ilmu dan satu perguruan jangan saling mengganggu ya…  mohon maaf jika terlalu menggurui karena memang saya seorang guru…

Ito Miftahul Jannah… Nama yang indah dan penuh makna dari seorang lelaki yang saya kenal sekitar 2 tahun lalu… ya… memang persahabatan yang belum terlalu lama untuk saling memahami satu dengan lainnya. Selama ini banyak sekali hal yang mungkin dapat kita jadikan sebagai sebuah kenangan yang akan selalu tersimpan dalam pikir dan hati saya. Yang pasti saya cukup salut dengan keberaniannya memutuskan menikah disaat usianya masih muda. Ya… mungkin tidak semuda saat saya memutuskan untuk menikah, tapi tidak semua orang dapat melakukan hal ini.

Nasihat ini mengajarkan pada calon suami-istri untuk bisa mempelajari kenyataan hidup bahwa kebahagiaan bahtera rumah tangga hanya bisa digapai dengan pergaulan yang baik dan lemah lembut antar keduanya. Pergaulan yang baik akan mampu menghantarkan pasangan suami intri kepada masa – masa bahagia dan kehidupan yang menyenangkan.

Dunia cinta sebelum menikah atau bisa di sebut dengan cinta saat pacaran masih bersifat tertutup, oleh karena itu banyak hal yang masih dirahasiakan oleh yang bercinta, baik terhadap kekasihnya maupun orang lain. Tidak sedikit imitasi dan kepura – puraan di antara mereka. Sedangkan cinta dalam dunia perkawinan sudah terbuka. Keterbukaan yang di ibaratkan oleh Alqur’an dengan kata afdha, yakni seperti keterbukaan angkasa raya, karena itu tidak ada lagi imitasi, atau rahasia antara suami istri. Satu hal yang harus di perhatikan bahwa meskipun imitasi dan rahasia suami istri tidak ada pasca nikah, akan tetapi di harapkan dari pasangan suami istri harus tetap menjaga dan menghormati privasi masing – masing. Setelah menikah tentunya suami tidak akan malu mengaku “tidak berduit” atau bahkan menangis kesakitan di hadapan istrinya, demikian juga sebaliknya, istri tidak juga malu menampakan yang dirahasiakannya selama ini.

MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.

MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil

MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga.

Masalahnya :

–  bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa,

–  bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan,

–  bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama…

MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ dan ‘Memaafkan’.

Mungkin kalau saya menggambarkan makna sebuah pernikahan seperti ini :

Kala hati telah bersatu … jagalah dengan kesetiaan

Kala cinta telah berpadu … ikatlah dengan pernikahan

Ia adalah lambang kesucian … tempat bersemayamnya keberkahan

Kekuatan menghadapi ujian … kasih sayang membina masa depan

Ilahi kekalkanlah ikatan suci ini … di dalam naungan rahmat-Mu dan kasih sayang-Mu

Kurniakanlah kepada kami … anak soleh dan solehah sebagai penyejuk mata dan hati kami …

Nasihat Untuk Calon Istri

Jagalah kemuliaanmu. Jangan pernah kamu menyakiti ayah dan ibumu. Bila kau menikah, maka hormatilah suamimu dan hargailah ucapannya. Jaga kehormatan suamimu karena engkau adalah laksana pakaian baginya yang mampu menampakkan kebaikannya dan menutupi kekurangannya. Pergunakanlah waktu kedatangannya dari pekerjaannya. Jadilah kau orang yang menyenangkannya dengan senyum dan kasih sayangmu padanya. Jangan pernah kau durhaka pada suami dalam keadaan apapun, khususnya di saat ia sedang dalam kondisi sulit. Ingatlah, wanita dikatakan sebagai golongan yang paling mudah mendapatkan surga sekaligus paling mudah mendapatkan bagian neraka. Mudah baginya memasuki surga karena dia hanya perlu berbuat kebaikan dan taat kepada suaminya dan mudah baginya mendapat balasan neraka apabila ia mendurhakai dan menghina suaminya sendiri. Oleh karenanya, peluang inilah yang harus kau rebut dengan taat dan menghargai suamimu. Keras kepala dari kedua belah pihak hanya bisa diselesaikan dengan pemutusan hubungan suami isteri dan itu sangat tidak baik untukmu. Hormatilah ibunya dan ketahuilah bahwa ia tetap menjadi ibunya walau ia kini telah menjadi suamimu. Allah telah mewajibkan suamimu untuk tetap taat kepada ibunya dan mencintainya dengan tulus sebagaimana kelak anak keturunanmu pun diwajibkan hal yang sama terhadapmu. Hormati pula ayahnya dan jadikanlah ia laksana ayahmu.

Anak – anakmu adalah bagian dari tubuh dan darahmu. Jadikanlah prioritas utamamu untuk dapat merawat mereka dengan penuh kasih. Jadikanlah pula mereka generasi yang bahagia dan mencintai negerinya dan keluarganya. Engkau adalah ratu di rumahmu dan kau mengendalikan kerajaan kecil di rumahmu. Karenanya siapkanlah kemampuan hingga kau mampu menanggung amanat tersebut dan kaupun kelak mendapatkan keridhoan Ilahi.

Nasihat Untuk Calon Suami

Jadilah kau raja di rumahmu. Cintailah isterimu dengan tulus dan jadikanlah ia sebagai ratumu. Buat ia bangga menjadi permaisuri di kerajaanmu dengan berlandaskan cinta kasih dan ketaatan kepada Allah SWT. Berikanlah dirinya makanan yang cukup dan persembahkan untuknya beragam jenis pakaian. Belikan untuknya minyak wangi karena wanita menyukai minyak wangi. Buatlah dirinya bahagia selama kau hidup dan berilah nafkah yang baik dan halal untuk isteri dan anak – anakmu.

Sesungguhnya seorang istri laksana cermin bagi suaminya dan menjadi bukti akan apa yang diusahakannya dalam mencapai kebahagiaan ataupun kesengsaraan. Engkau adalah laksana pakaian baginya yang mampu menampakkan kecantikan diri dan pribadinya serta menutupi setiap kekurangannya. Jangan terlalu keras dalam rumah tanggamu karena isteri diciptakan dari tulang rusukmu, bagian dari dirimu. Tulang rusuk berada di tempat yang terlindung sehingga isterimu pun ada untuk kau lindungi. Sebagaimana tulang rusuk yang bengkok, berwasiatlah yang baik terhadap isterimu karena jika engkau keras dalam meluruskan maka ia akan patah dan jika engkau biarkan maka selamanya ia akan bengkok.

Engkau adalah imam dan pemimpin dalam keluarga sehingga berilah contoh yang baik. Sikap lemah lembut akan mampu menggetarkan hati wanita disaat ia melakukan suatu kesalahan ataupun saat ia melakukan satu perbuatan buruk. Berikanlah apapun yang diinginkannya selama kau mampu mewujudkannya. Berikan pula padanya kesenangannya hingga ia pun akan menyenangkanmu dan membuatmu bahagia. Bila tidak demikian maka hidupmu akan hancur berantakan. Dekatkan dirimu kepadanya dan panggillah dirinya dengan panggilan yang menyenangkan. Ingatlah, sebaik apapun istri yang Allah kirimkan untukmu, kalau pikiranmu sibuk membayangkan tentang kekurangannya maka engkau akan dapati kekurangan dan keburukan sebanyak yang engkau sanggup untuk mencatatnya. Akan tetapi jika engkau menyibukkan diri melihat kelebihan dan kebaikannya, maka engkau akan dapati kebaikan sebanyak yang ada pada dirinya dan itu akan membahagiakan hidupmu. Oleh karena itu, hormatilah dirinya dan tunjukkanlah rasa kasih sayangmu yang konsisten.

Disamping itu, sayangi dan hormati orang tuanya sebagaimana orang tuamu sendiri. Kemudian jangan sekali – kali membuat ibumu marah kepadamu karena rintihannya akan langsung didengarkan oleh Allah dan kaupun akan mendapatkan hukuman – Nya.

Hm… mungkin terlalu serius ya… tapi saya berpikir ini memang harus serius… karena menikah bukanlah perbuatan yang main – main apalagi tanpa persiapan baik secara fisik maupun rohani dan yang terpenting PEMAHAMAN AGAMA.

Selamat Menempuh Hidup Baru,

Baarokallahu laka wa baarik alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: