Renungan Perjalanan Hidup…

Engkau adalah kala Engkau sedang  bercerita tentang hidup yang tidak Engkau inginkan, akan terlihat Engkau yang sebenarnya. Engkau yang tidak bisa berpura-pura. Engkau yang ternyata nggak ada apa-apanya. Engkau yang ternyata tidak berdaya. Engkau yang malah mungkin memilih menghindar dari rasa ketidaknyamanan yang terus mengejar di sudut hati. Engkau ternyata jiwa yang lemah, yang tidak berdaya… lemah.

Engkau adalah manusia yang sering dilanda khawatir, takut menghadapi kehidupan… Engkau juga takut menghadapi kematian….

Jadi Engkau adalah manusia yang sedang bersedia dan sadar “melunta-luntakan” perasaan, menunggu matahari terbit dari sudut hati untuk menyinari lekukan-lekukan hati yang sedang temaran sinarnya…

Kalau Engkau mau sukses di dunia sini dan ‘dunia sana’, Engkau harus lebih keras berusaha menggapai ultimate goal yang sudah Engkau ‘setujui’ sewaktu masih berumur 40 hari di kandungan bunda.

Engkau memang bukan siapa-siapa karena Engkau adalah kosong, nol, tidak ada!

Datang sudah hari ini,
Hari dimana dulu kamu dilahirkan
Hari dimana orang tertawa sekaligus haru
Menjelang perkenalanmu dengan dunia ini

Hari ini kamu mengenang kembali
Kerikil-kerikil tajam yang memperkaya arti hidupmu
Manisnya madu cerita hidup yang membuat senyummu lepas…

Akhirnya kamu tahu
Bahwa dalam cerita hidup, ada manis ada pahit
Ada juga penolakan, ada penerimaan

Lalu akhirnya kamu belajar,
Menerima dengan seluas hatimu
Membuatmu lebih bahagia, lebih menghargai hidup
Melihat hidup sesuai dengan usiamu…

Sudah seberapa jauhkah kamu melangkah?
Apakah sepanjang usiamu yang bertambah hari ini
Atau hanya bayangmu saja yang mendahuluimu
Sementara kamu tetap di sini

Jika kamu dihadiahi umur setahun lagi
Akankah kamu lebih baik dari tahun lalu?

Kaupatut wajahmu di depan cermin
Hanya kerut saja yang bertambah
Tidak kaulihat kebijaksanaan
Kesabaran,
dan semua pertanda seiring bertambahnya usia

Semoga saja kali ini,
Atau setidaknya hari ini
Ada yang lebih berarti
Ada yang nyata
Mengiringi hari-harimu
sehingga kau dan bayanganmu berjalan bersisian…

Lilin-lilin ulang tahun, sekali lagi kau kutiup
Kali ini dengan harapan yang lebih
Selalu menyala tanpa pernah padam
Menjadi bara di seluruh hatimu
Hingga kau selalu kuat menantang hari
Tidak gentar dengan gagal
Berani bermimpi indah
Karena ulangtahunmu memang indah
Patut dirayakan, setidaknya untuk berkas hidup
Hitam atau putih, toh itu bagian dari skenario
Kamu mencintai dirimu, begitupun hidupmu
Karena itu adalah berkah yang tak terbatas
Selamat ulang tahun,
Semoga kali ini dengan sisa umur yang berkah…

Selamat Ulang Tahun Bu Carmen…

Engkau bagiku adalah seorang “Ibu, Kakak dan Sahabat” yang selalu mendampingiku saat aku sedih maupun senang…

Insya Allah… Allah akan Selalu Meridhoi dan Memberkahi hidupmu… Amiin…

Irvan Dedy ( Guru Matematika )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: