Sempurnakan Hidup Kita dengan Niat Ibadah

“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi pada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” (Al Jatsiyah : 13)

Manusia menduduki tempat tertinggi di muka bumi. Allah swt telah menundukkan apa yang ada di langit dan di bumi untuk keperluan mereka. Jika Allah swt, seperti disebut dalam ayat di atas, menundukkan bumi dan langit dengan segala isinya untuk manusia, berarti manusia lebih tinggi derajatnya dan lebih mulia dari langit dan bumi.

 

Hal ini juga sudah difirmankan Allah swt : “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Ad-Dukhaan : 38 – 39)

 

Sejak detik pertama Allah mengumumkan kelahiran manusia, Allah memerintahkan pada malaikat untuk bersujud kepada Adam sebagai pertanda bahwa manusia menempati kedudukan terhormat di sisi Allah swt.

 

Al-Qur`an menyebutkan : “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

(QS. Al-Isra : 70)

 

Atas dasar inilah Islam memandang umat manusia sebagai makhluk yang mulia.

Lalu, apa tugas manusia sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah swt? Allah membatasi tugas manusia di planet bumi adalah untuk beribadah.

 

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainakan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.”

(QS. Adz-Dzariyat : 56 : 57)

 

Ibadah dalam Islam mencakup seluruh aspek kehidupan. Sholat, berziarah ke rumah sanak keluarga, adalah ibadah. Sampai-sampai memalingkan mata dri pandangan yang harampun termasuk ibadah. Bertindak adil dalam menentukan hukuman adalah ibadah. Mengenakan jilbab bagi kaum wanita adalah ibadah. Jujur dalam jual beli dan jihad di jalan Allah adalah ibadah. Bahkan makan, minum serta merawat cinta kasih antara suami isteri pun adalah ibadah. Demikian juga perkataan, gerak, langkah serta niat baik dan benci karena Allah merupakan ibadah. Ringkasnya, tak ada pemisahan antara ibadah dan aktivitas keduniaan dalam Islam. Semua perbuatan itu menjadi ibadah di sisi Allah bila diniatkan semata-mata karena mencari dan mencapai ridha-Nya.

 

Melaksanakan semua perintah yang tertulis dalam Al-Qur`an dan sunnah serta menjauhkan larangan yang tertulis di dalam keduanya adalah ibadah. Semua gerak dan langkah dalam hidup ini adlah ibadah. Ibadah mencakup semua aktifitas manusia bila diiringi dengan niat yang benar untuk mencapai ridho Allah swt.

Dengan demikian, nilai suatu perbuatan dalam pandangan akidah Islam dilandasi niat dan dorongannya, bukan dari hasilnya. Hasil suatu perbuatan berada di tangan Allah dan karenanya ganjaran perbuatan seseorang tidak tergantung pada hasilnya, tetapi pada niat yang ada di dalam hati. Dari sini pula, seseorang tidak diwajibkan menantikan buah dan hasil perbuatannya.

 

Niat yang benar juga harus dilanjutkan dalam amal yang benar pula. Setelah niat seseorang telah lurus, pekerjaan yang dilakukan pun tidak boleh melewati pagar dan batasan yang benar pula. Tak ada kamus “tujuan menghalalkan cara”.

 

Seorang muslim tidak dibenarkan menggunakan cara keji demi mengapai tujuan dan cita-cita mulia. Seorang muslim juga tidak boleh bermain curang dalam ujian demi mendapatkan ijazah meskipun dengan ijazah tersebut ia ingin

berkhidmat untuk Islam.

 

Prof. Muhammad Aassad, seorang pemikir besar bangsa Austria yang meninggalkan Kristen dan memeluk Islam berkata, “Islam tidak menganggap kehidupan sebagai sesuatu kebetulan dan kebiasaan rutin yang terlepas dari kehidupan akhirat. Semua itu merupakan kesatuan yang sangat erat. Penghambaan kepada Allah swt dengan arti yang sangat luas menciptakan arti kehidupan manusia yang sebenarnya. Pengertian inilah yang memungkinkan manusia mencapai makna kesempurnaan dalam hidupnya di dunia. Islam tidak menghalangi manusia yang ingin mencapai kesempurnaan hidup setelah matinya syahwat badani. Dalam pandangan Islam ibadah tidak terbatas pada sholat dan puasa saja, tapi mencakup seluruh kegiatan manusia.

 

 

Satu Balasan ke Sempurnakan Hidup Kita dengan Niat Ibadah

  1. Luqman Ar-Raahman Al-Shaleh mengatakan:

    http://abdurrahmanshaleh.wordpress.com/ kunjungi blog saya.. kasih komentar dan saran ya… semoga bermanfaat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: