Implementasi Penyelenggaraan Pendidikan Holistik

Kunci sukses dalam menghadapi tantangan berat dalam hidup itu terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang andal dan berbudaya. Oleh karena itu, perlu implementasi penyelenggaraan pendidikan yang holistik secara baik.” Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Qomari Anwar. MA mengatakan di Jakarta. Menurutnya, pendidikan holistik dapat membentuk manusia pembelajar sepanjang hayat yang sejati.

Mantan Rektor Uhamka Ini memaparkan pendidikan holistik membentuk manusia sceara utuh (holistik) yang berkarakter, yaitu mengembangkan aspek/potensi spiritual, potensi emosional, potensi intelektual (intelegensi dan kreativitas), potensi sosial, dan potensi jasmani siswa secara optimal.

Prof. Dr. H. Qomari Anwar, MA mengatakan ada 10 ciri kurikulum pendidikan holistik.

1.        Pertama, spiritualitas yang merupakan jantung dari setiap proses dan praktik pembelajaran.

2.        Kedua, pembelajaran diarahkan agar siswa me-nyadri akan keunikan dirinya dengan segala potensinya. Mereka harus diajak untuk berhubungan dengan dirinya yang paling dalam (inner self, sehingga memahami eksistensi, otlritas, tapi sekaligus bergantung sepenuhnya kepada pencipta-Nya).

3.        Ketiga, pembelajaran tidak hanya mengembangkan cara berpikir analitis/ linier tapi Juga intuitif.

4.        Keempat, pembelajaran berkewajiban menumbuhkembangkan potensi kecerdasan ganda.

5.        Kelima, pembelajaran berkewajiban menyadarkan siswa akan keterkaitannya dengan komunitasnya sehingga mereka tak boleh mengabaikan tradisi, budaya kerjasama, hubungan manusiawi, serta pemenuhan kebutuhan yang tepat guna.

6.        Keenam, pembelajaran berkewajiban mengajak siswa untuk menyadari hubungannya dengan bumi dan masyarakat non manusia seperti hewan, tumbuhan, dan benda-benda tak bernyawa (air, udara, tanah) sehingga mereka memiliki kesadaran ekologis.

7.        Ketujuh, kurikulum berkewajiban memperhatikan hubungan antara berbagai pokok bahasan dalam tingkatan transdisipliner, sehingga hal itu akan lebih memberi makna kepada siswa.

8.        Kedelapan, pembelajaran berkewajiban menghantarkan siswa untuk menyeimbangkan antara belajar individual dengan kelompok (kooperatif, kolaboratif, antara isi dengan proses, antara pengetahuan dengan imajinasi, antara rasionald engan intuisi, antara kuantitatif dengan kualitatif).

9.        Kesembilan, pembelajaran adalah sesuatu yang tumbuh, menemukan dan memperluas cakrawala.

10.    Kesepuluh, pembelajaran adalah sebuah proses kreatif dan artistik.

Pendidikan holistik memiliki beberpa indikator, yakni cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; tanggungjawab, kedisiplinan dan kemandirian kejujuran/amanah dan arif; hormat dan santun; dermawan, suka menology dan gotong royong/kerjasama; percaya diri, kreatif dan pekerja keras; kepemimpinan dan keadilan baik dan rendah hati dan toleransi, kedamaian dan kesatuan.

Sementara pendekatan pendidikan holistik, lanjut Qomari, membutuhkan suasana belajar yang efektif, menyenangkan, dan dapat mengembangkan seluruh aspek dimensi manusia secara holistik harus menjadi prioritas untuk diterapkan.

Begitu pula materi pelajaran dan pendidikan yang sifatnya holistik adalah materi yang lebih memperhatikan pada minat dan bakat anak sesuai dengan kecerdasan/potensiyang ada pada diri anak tersebut. Kecerdasan yang dimaksud meliputi pandai mengolah kata; pandai mempersepsl apa yang dilihat pandai dan peka dalam hal musik; pandai dalam keterampilan olah tubuh dan gerak; pandai dalam sains dan matematika; pandai memahami pikiran dan perasaan orang lain; pandai dan peka dalam mengenali emosi diri sendiri; pandai dan peka dalam mengamati alam.

2 Balasan ke Implementasi Penyelenggaraan Pendidikan Holistik

  1. Anwar Syadat mengatakan:

    JADIKAN PENDIDIKAN HOLISTIK SEBAGAI TREND MARK PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH. SELAMAT BERJUANG

  2. hanafi mengatakan:

    perlu kiranya sample lembaga pendidikan Muhammadiyah di setiap jenjang benar-benar menerapkan pendidikan holistik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: