Guru Ideal

SIFAT WAJIB YANG ADA PADA GURU IDEAL

Tanggal  2 Mei 2011 kemarin, hampir seluruh sekolah dan Instansi yang ada kaitannya dengan bidang pendidikan melaksanakan sebuah acara “rutin” yaitu Upacara Bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional. Sebuah hari yang mengingatkan kita akan pentingnya pendidikan bagi Harkat, Martabat, dan Kemajuan Bangsa.

Pendidikan merupakan sebuah indikator yang membedakan baik buruk dan maju tidaknya sebuah bangsa, karena hasil dari sebuah pendidikan akan menentukan eksistensi sebuah bangsa dalam persaingan global. Pendidikan merupakan kebutuhan semua warga negara dalam upaya keluar dari sebuah keterpurukan hidup.

Salah satu faktor terpenting dari baik buruk dan maju mundurnya sebuah pendidikan adalah “GURU”. Guru adalah aktor utama dalam pelaksanaan pendidikan, sehingga jika terjadi masalah dalam kualitas pendidikan maka gurulah yang menjadi “KAMBING HITAM” dari semua kegagalan pelaksananaan pendidikan.

Dalam tulisan ini saya mencoba mengupas tentang sifat pokok yang wajib ada pada diri semua guru agar pelaksanaan pendidikan menjadi sesuai dengan tujuan dan cita – cita yang kita inginkan bersama. Seorang pendidik perlu memiliki beberapa sifat pokok, yaitu:

a.       Berilmu

Seorang pendidik perlu memiliki ilmu tentang pokok-pokok pendidikan yang dibawa oleh syari’at Islam. Menguasai hukum halal dan haram, mengetahui prinsip-prinsip etika Islam, serta memahami secara global peraturan-peraturan Islam. Dengan mengetahui semua ini pendidik akan menjadi seorang yang bijak, meletakkan segala sesuatu pada tempat yang sebenarnya, mendidik anak pada pokok persyaratannya, dan memperbaiki dengan berpijak pada dasar-dasar yang kokoh dari ajaran Al Qur’an. Allah berfirman bahwa tidaklah sama antara orang-orang yang berilmu pengetahuan dengan yang tidak berilmu pengetahuan (QS. 39:9)

b.      Bertaqwa

Sifat penting lain yang harus dimiliki pendidik adalah taqwa, yaitu menjaga diri dari siksa Allah dengan mengerjakan amal saleh dan merasa takut kepada-Nya, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, artinya mengerjakan segala perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Adapun ciri-ciri orang yang taqwa adalah: memiliki keyakinan yang kuat, selalu bersyukur atas apa yang dikaruniakan Allah ridha kepadanya walaupun berbentuk musibah, memiliki sifat memaafkan dan mengasihi

c.         Ikhlas

Sifat ikhlas adalah: Selalu meluruskan niat bahwa seluruh aktivitas pendidik yang dilakukannya, baik berupa perintah, larangan nasehat, pengawasan, dan hukuman adalah semata-mata karena dan untuk Allah Ta’ala. Tidak pamrih atas apa yang dilakukannya, artinya sama sekali tidak boleh menitipkan kepentingannya pada hasil pendidikan yang akan dicapai. Melaksanakan pendidikan dengan tidak disertai perasaan terpaksa. Semua langkah-langkah pendidikan harus dilakukan dengan lega dan ringan hati.
Dengan cara-cara tersebut seorang pendidik akan dapat melaksanakan pendidikan yang direncanakan, serta mengawasi anak secara terus menerus, disamping mengharapkan pahala dan keridhaan Allah. Ikhlas dalam perkataan dan perbuatan adalah sebagian dari asas Iman yang menjadi keharusan Islam.

d.        Santun

Sifat pokok lain yang menolong keberhasilan pendidik dalam tugas kependidikannya adalah sifat santun. Dengan sifat santun anak akan tertarik pada pendidiknya sebab anak akan memberikan tanggapan positif pada perkataannya. Dengan kesantunan pendidik anak akan berhias dengan akhlak yang terpuji, dan terhindar dari perangai yang tercela. Ciri-ciri santun adalah: lembut dalam kata-kata, perintah, maupun larangan; penyayang terhadap sesamanya apalagi terhadap orang-orang yang lebih lemah dan orang-orang yang lebih tua; menjadi penolong pada saat orang lain memerlukan pertolongannya.

e.         Bertanggung Jawab

Rasa tanggung jawab penting sekali dalam pendidikan anak. Rasa tanggung jawab akan mendorong pendidik untuk mengawasi anak dan memperhatikannya, mengarahkan dan mengikutinya membiasakan, dan melatihnya. Rasa tanggung jawab menimbulkan keyakinan bahwa jika melalaikannya pada suatu ketika, secara bertahap si anak akan terjerumus pada jurang kerusakan. Oleh karenanya, maka sifat tanggung jawab harus dimiliki dan selalu ditingkatkan. Adapun ciri-ciri tanggung jawab adalah: selalu mengupayakan langkah-langkah pendidikan; tabah dalam menghadapi hambatan dan tantangan pendidikan; selalu tenang dan mohon pertolongan kepada Allah; menyerahkan hasil usahanya pada keputusan Allah.

Akhirnya dapat dikatakan bahwa figur seorang pendidik ideal adalah pendidik yang memiliki enam sifat asasi pendidik, kemudian dapat menerapkannya sesuai dengan fitrah anak untuk membawa anak menjadi khalifah sekaligus seorang abdi.

SEMOGA BERMANFAAT…………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: