Miliki Keyakinan, Anda Akan Kuat

Hanzalah mengatakan, “Rasulullah mengingatkan kami tentang surga dan neraka sehingga seolah-olah kami melihatnya dengan mata telanjang.” (HR.Muslim)

Pernahkah anda mendengar kisah seorang sahabat yang berangkat ke medan jihad dengan berkata, “Aku mencium bau surga di balik bukit Uhud…” Pemuda itu lantas menembus sampai ke barisan musuh dan berperang sampai titik darah penghabisan menyongsong syahid.

Barangkali kita pernah berpikir. Kenapa para sahabat Rasulullah yang mendapat label generasi terbaik itu seolah tak terlalu melakukan pertimbangan rasional dalam tindakannya menegakkan agama Allah. Mengapa juga mereka sepertinya tidak mengabaikan aspek-aspek materi dan kemanusiaan mereka dalam memenuhi dan menjalankan perintah Allah. Dan anehnya lagi, katakanlah dalam kondisi seperti itu, mereka justru mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman luar biasa, meskipun secara lahir mereka mengalami penderitaan dan kesulitan.

Kunci sikap tersebut sebenarnya adalah keyakinan. Keyakinan disebut sebagai aqidah. Keyakinanlah yang membuat mereka memandang berbagai permasalahan dari sudut ukhrawi dan dari sana mereka memperoleh suplai kekuatan bathin dan fisik yang sangat besar.

Dari mana seseorang memperoleh keyakinan? Keyakinan akan akan kokoh karena kedekatan diri pada Allah. Jika seseorang telah sampai pada keyakinan, tidak heran bila ia seperti telah memandang surga dan neraka dengan kasat mata. Itulah yang terjadi para sahabat Rasulullah saw. Perasaan dan hati mereka tenggelam dalam gambaran surga dan neraka, sehingga mereka benar-benar merasakan kedua suasana surga dan neraka itu. Seperti perkataan seorang sahabat bernama Hanzalah, “Rasulullah mengingatkan kami tentang surga dan neraka sehiga seolah-olah kami melihatnya dengan mata telanjang.” (HR.Muslim)

Masalah keyakinan disinggung oleh Ibnu Athaillah. Ia mengatakan, “Jika cahaya keyakinan telah memancar padamu, niscaya engkau akan melihat akhirat lebih dekat padamu dan niscaya engkau melihat keindahan dunia yang nyata, di atasnya puing-puing kerusakan.”

Menurut Ibnu Athaillah, mengapa tarikan akhirat kita masih lemah, namun pesona duniawi begitu kuat menghujam dalam jiwa seseorang? Rahasianya terletak pada kuat dan lemahnya keyakinan. Ia menambahkan, “Barangsiapa yang memiliki keyakinan yang kokoh, maka ia akan hidup dalam keyakinannya itu. Ia akan merasakan seolah olah hidup di akhirat. Dan sebaliknya barngsiapa yang keyakinannya lemah, pasti dunia atau segala hal zahir akan menguasai dirinya, dan itu akan membuatnya lemah.”

Karena itu, kuatkan keyakinan. Anda pasti menjadi orang yang kuat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: