Mencari Pemimpin yang dapat Memimpin

Pada prinsipnya menurut Islam setiap orang adalah pemimpin. Ini sejalan dengan fungsi dan peran manusia di muka bumi sebagai khalifahtullah, yang diberi tugas untuk senantiasa mengabdi dan beribadah kepada-Nya.

Kita dapat belajar kepimpinan kepada Khalifah Umar al- Khattab RA yang boleh dijadikan contoh karena beliau adalah seorang pemimpin yang sangat disayangi oleh rakyatnya atas perhatian dan tanggungjawabnya yang luar biasa terhadap rakyat. Sesungguhnya umat Islam amat beruntung karena mempunyai seorang tokoh yang boleh dijadikan panduan dalam merealisasikan asas kepimpinan ini yakni Rasulullah SAW. Baginda adalah contoh yang dikagumi bukan saja oleh umat Islam malah disanjungi oleh musuh-musuh Islam karena mempunyai kebolehan dalam memimpin dan bertanggungjawab penuh ke atas perlaksanaannya.

Sesungguhnya pemimpin yang kehendaki ialah mereka yang tinggi budi pekerti dan akhlak yang merangkumi ciri takwa dan warak, mereka ini seorang yang sentiasa bercakap benar, amanah, bersih diri dari perkara haram dan meragukan, sentiasa tenang dalam keadaan biasa dan marah, kualitas maruahnya tampak dalam semua urusan agama dan dunia. Menyeru seluruh umat Islam sekalian bersama-sama melaksanakan tanggungjawab kita demi agama, bangsa dan negara dengan memilih pemimpin yang benar-benar beretika, bertindak selaras dengan apa yang dikata atau yang dijanjikan, bertanggungjawab menjaga kebajikan dan kesejahteraan rakyat yang dipimpin di dunia dan di akhirat.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkauhendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Al-Baqarah: 30)

Dari Abdullah bin Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:“Masing-masing kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir (Presiden) yang memimpin masyarakat adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban kepemimpinannya atas mereka.Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin atas ahli (keluarga) di rumahnya, dia akandimintai pertanggung jawaban kepemimpinannya atas mereka. Seorang perempuan(isteri) adalah pemimpin atas rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dia akan dimintai pertanggungjawaban kepemimpinannya atas mereka. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya, dia akan dimintai pertanggung jawaban kepemimpinannyaatas harta itu. Ketahuailah masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggung jawaban kepemimpinan atas yang dipimpinnya”. (HR. Bukhari)

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. “ (An Nisaa 4:138-139)

“seseorang yang telah ditugaskan Tuhan untuk memerintah rakyat (pejabat), kalau ia tidak memimpin rakyat dengan jujur, niscaya dia tidak akan memperoleh bau surga”. (HR. Bukhari)

Banyak sekali ayat al-Qur’an dan Hadis menyebutkan bagaimana hendaknyasetiap orang yang Nabi katakan sebagai pemimpin baik bagi diri dan keluarganya, danterlebih mereka yang menyatakan diri siap sebagai pemimpin bagi masyarakat, bersikapdan berperilaku dalam kehidupan mereka sehari-hari, di antaranya adalah:

  1. Mengajak Bertakwa pada Allah
  2. Adil kepada semua orang dan tidak pandang bulu
  3. Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  4. Menjadi Suri Tauladan Yang Baik Bagi Masyarakat
  5. Mendorong Kerja Sama Dalam Memperjuangkan Kesejahteraan Bersama
  6. Mengukuhkan Tali Persaudaraan dan Kesatuan dan Persatuan
  7. Akomodatif, Pemaaf, Merangkul Semua Golongan dan Mengedepankan musyawarah dalam mengambil keputusan
  8. Jujur dan Amanat
  9. Berwawasan Dan Berpengetahuan Luas dan Mencintai Ilmu Pengetahuan
  10. Teguh Pendirian, Tegar dan Sabar Dalam Menghadapi Ujian

Begitu berat tanggung jawab setiap pemimpin, ia harus siap dan dapatmewujudkan perilaku yang termuat dalam kriteria di atas dalam hidup kesehariannya. Sehingga tercipta suatu kondisi dimana pemimpin mencintai dan memperjuangkan kepentingan rakyat, dan karenanya semua rakyatpun mencintai dan mendukung kepemimpinannya. Karena beratnya menciptakan kondisi kepemimpinan seperti di atas, RasulullahSAW melarang sahabatnya meminta-minta untuk menjadi pemimpin, khawatir sulitmerealisasikan tanggung jawab ini

“Barangsiapa yang memilih dan mengangkat seorang untuk menjadi pegawai atau pemimpin karena kaum kerabat / kroni/ ta’asub dan fanatik kepada kelompok/partai sedang diantara mereka masih ada orang yang lebih diridhai oleh Allah ( lebih layak untuk memimpin ) maka orang yang memilih karena kerabat/fanatik kelompok itu sudah berkhianat kepada Allah dan berkhianat kepada Rasulullah, dan juga berkhianat kepada orang yang beriman.” (HR: Hakim)

Berdasarkan Hadist Rasulullah Saw ini secara lugas kita dapat memahami bahwa dalam menentukan dan memilih calon pemimpin kita memang harus benar – benar memberikan pilihan kita kepada calon pemimpin yang layak untuk menjadi pemimpin jika tidak maka sama dengan melakukan pengkhianatan kepada Allah dan Rasulnya. Maka sebelum kita menentukan pilihan kita sebaiknya kenalilah calon pemimpin anda dengan baik agar tidak salah dalam memutuskan pilihan dan menjadi penyesalan di kemudian hari. Maka carilah pemimpin yang menurut anda memiliki kemampuan menjelajahi hati rakyat yang dipimpinnya.

Hal itu ditandai dari kepemimpinannya yang apabila makin menempati posisi-posisi tinggi makin tinggi pula kearifannya. Pemimpin semacam ini mampu membangkitkan kesadaran orang-orang yang dipimpinnya, dan bisa membuat maju orang-orangnya. Oleh sebab itu jika kita menginginkan keselamatan, kebahagiaan, kemakmuran dan keselamatan didunia dan diakhirat, maka janganlah salah dalam menentukan/memilih pemimpin, karena sesungguhnya pemimpin itu adalah cerminan suatu kaum/rakyat.

Rassulullah SAW bersabda “Khianat paling besar adalah bila seorang pemimpin memperdagangkan rakyatnya.”(HR. Ath-Thabrani) dan Rassulullah SAW juga bersabda: “Ketahuilah bahwa Allah tidak menerima shalat pemimpin yang tidak adil dan amanah.(HR. Hakim).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: