Mendidik Anak dengan Benar

Wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami dari istri dan anak sebagai pelembut dan penenang jiwa kami. Dan jadikanlah kami semua (suami, istri dan anak) sebagai pemuka orang yang bertakwa.”

Belajar dari beberapa kejadian yang menghebohkan pada saat ini mulai dari tawuran pelajar, narkoba, pembunuhan, pencurian, dan berbagai macam kriminalitas yang melibatkan anak atau remaja tentunya sangat memprihatinkan. Bahkan ada beberapa kejadian yang menjadikan anak atau remaja ini menjadi pelaku utama. Berdasarkan masalah ini, maka kita harus memikirkan apa yang menjadi penyebab utama dan bagaimana solusinya ke depan.

Pendidikan di rumah oleh orang tua dan lingkungan memang merupakan faktor penting untuk membentuk pribadi anakdalam hidup bermasyarakat. Dalam keluarga, anak-anak itu mendapatkan kesempatan yang banyak untuk memperoleh pengaruh perkembangannya, yang diterimanya dengan jalan meniru, menurut, mengikuti dan mengindahkan apa yang dilakukan, dan apa yang dikatakan oleh seluruh keluarga. Kemudian makin lama anak makin tidak puas dengan apa yang dapat diberikan oleh keluarga, anak memerlukan yang lebih banyak dan luas, sehingga sering ia perlu pergi juah dari keluarganya.

Kemudian, diantara hal yang penting untuk diberikan kepada sang anak semenjak dia masih kecil adalah mengajarinya Al-Qur’an. Banyak sekali keutamaan yang bisa diraih dengan seorang itu mempelajari Al-Qur’an. Oleh karena itu, hendaklah para orang tua mendidik agar sang anak senang dengan Al-Qur’an. Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkannya. (HR. Al bukhori dari Utsman bin Affan)

Namun sungguh sangat disayangkan, ada sebagian orang tua yang justru mereka kurang memperhatikan anaknya. Mereka justru lebih sibuk mengurusi pekerjaan mereka atau hal yang lainnya. Sehingga sang anak kurang mendapatkan kasih sayang dan juga bimbingan dari orang tuanya. Mereka menganggap bahwasanya yang terpenting adalah kebutuhan materi bagi sang anak, apabila hal ini telah terpenuhi maka sudah cukup. Ini adalah merupakan suatu bentuk kekeliruan dari sang orang tua. Memang kebutuhan materi itu penting, namun yang lebih penting dari hal tersebut adalah kebutuhan rohani untuk sang anak. Kasih sayang dan juga bimbingan dari orang tua merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh sang anak. Dimana sang anak nanti akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan bimbingan mereka. Dan sang anak biasanya lebih banyak menyerap pendidikan dari orang tua.

Pendidikan bagi sang anak itu dimulai sejak sang anak masih kecil, dan masing-masing anak tentunya berbeda karakternya, sehingga tidak bisa disikapi dengan sikap yang sama. Ada sebagian anak yang mereka membutuhkan untuk diberikan sikap-sikap yang halus dan lembut, sehingga dalam mendidik mereka juga harus dengan kelembutan dan penuh dengan kasih sayang, tidak perlu menggunakan kekerasan. Namun adapula sebagian anak yang mereka membutuhkan untuk disikapi dengan keras dalam pendidikan, sehingga terkadang sang anak harus dipukul atau yang semisalnya, tapi hal ini tentunya sesuai dengan kadarnya dalam syariat. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kesabaran dalam mendidik sang anak. Dan peran orang tua sangatlah besar dalam hal ini.

Tetapi jangan dilupakan pula sekolah sebagai tempat di mana anak menimba ilmu juga merupakan faktor yang penting, bahkan sangat penting dalam menjadikan anak menjadi lebih baik atau malah sebaliknya. Hal ini dapat kita pahami karena hampir setiap hari sebagian waktu anak berada di sekolah sehingga sekolah dapat dikatakan sebagai rumah kedua bagi anak, bahkan ada anak yang lebih merasa nyaman dan bahagia berada di sekolah dibandingkan di rumah.

Pentingnya sekolah dalam membentuk pribadi anak atau yang lebih kita kenal dengan akhlak tidaklah mudah, tetapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Ada beberapa langkah praktis yang apabila dilakukan secara berkesinambungan dapat membentuk kepribadian atau anak menjadi baik sesuai dengan norma agama dan sosial yang dapat diterima oleh masyarakat, diantaranya:

  1. Sekolah harus memberikan porsi pendidikan agama atau yang berhubungan dengan karakter anak menjadi lebih berimbang dengan pendidikan akademik. Jangan sampai pendidikan agama hanya menjadi pelengkap atau bahkan dihapuskan karena alasan yang tidak rasional (tidak masuk UN ataupun bisa dilakukan diluar intra)
  2. Selain teori yang diberikan di intra mengenai pendidikan agama ataupun karakter, sekolah harus mempunyai program pengaplikasian pendidikan agama ataupun karakter dalam kehidupan sehari-hari dan harus dibuat sesuai dengan kodisi nyata bukan dibuat-buat
  3. Dan hendaknya pula bagi pendidik khususnya dan juga bagi kita semua untuk menegur peserta didik apabila dia membaca sesuatu yang tidak bermanfaat baginya, terlebih lagi apabila dia membaca hal-hal yang tidak pantas untuk dia baca. Dan juga hendaklah kita selalu berusaha untuk menghadirkan atau memberikan buku-buku bacaan yang bermanfaat bagi peserta didik, karena hal itu bisa menambah keilmuan peserta didik dan juga bisa menghindarkan peserta didik dari membaca bacaan-bacaan yang tidak bermanfaat.
  4. Para pendidik harus menjadi figur yang dapat menjadi panutan bagi peserta didik, misalnya: Sholat tepat waktu ( sholat wajib berjamaah dan dhuha); Datang tepat pada waktunya; Berkata sopan dan tidak memaki atau menghina; Menghargai sesama pendidik, peserta didik, maupun orang lain; Memberikan contoh pergaulan yang sesuai dengan aturan agama maupun etika sosial
  5. Menjadikan setiap program pendidikan sebagai upaya memberikan pendidikan bukan hanya sebagai pemenuhan kewajiban saja
  6. Melakukan diskusi antara pendidik dengan pendidik, pendidik dengan peserta didik, dan pihak lain untuk mengetahui apa yang harus lebih dioptimalkan dalam pelaksanaan pendidikan

Pendidikan yang paling utama untuk diberikan kepada sang anak adalah pendidikan agama, karena agama inilah yang akan membimbingnya untuk senantiasa berada didalam jalan kebaikan. Dan dengan dia mengetahui tentang agamanya, maka dia akan mengetaui tentang tujuan dia hidup di dunia ini. Allah subhanahu wata’ala berfirman (yang artinya) : dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaKu (Ad dzariyat : 56)

Oleh karena itu, hendaknya pendidikan yang pertama kali diberikan kepada sang anak adalah mendidiknya untuk mengenal tentang aqidah yang benar, karena aqidah ini merupakan pondasi bagi amalan-amalan yang akan dikerjakannya. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pernah berkata kepada Ibnu Abbas (yang artinya) : sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat, jagalah Allah (yakni jagalah syariat-syariat Allah) niscaya Allah akan menjagamu, jagalah Allah niscaya kamu akan dapati Allah ada dihadapanmu (yakni Allah akan menunjukimu pada seluruh kebaikan), apabila kamu meminta maka mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan maka mintalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya kalau seandainya seluruh umat bersatu untuk memberikan manfaat kepadamu maka niscaya mereka tidak akan bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang Allah subhanahu wata’ala telah tuliskan untukmu, dan kalau seandainya mereka bersatu untuk memberikan bahaya kepadamu niscaya mereka tidak akan mampu untuk memberikannya kecuali dengan sesuatu yang Allah subhanahu wata’ala telah tuliskan atasmu, pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering (yakni seluruhnya telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wata’ala). (HR. At tirmidzi dari Ibnu Abbas)

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: