PENTINGNYA MENGEVALUASI PROGRAM KEGIATAN

Dalam sebuah lembaga pendidikan yang “baik” tentulah mempunyai program yang secara garis besar dibagi menjadi tiga bagian, yaitu program jangka pendek, jangka menengah, dan program jangka panjang. Selain itu, seringkali sebuah lembaga pendidikan yang sudah “mapan” (organisasi dan finansial) mempunyai program yang menjadi unggulan untuk membedakannya dengan lembaga pendidikan lain. Program ini disusun dengan penuh pemikiran dan sesuai dengan visi misi lembaga tersebut, sehingga bukan hanya sekedar untuk kelihatan hebat atau gaya saja.

Program yang sudah dibuat tentulah dalam pelaksanaannya mempunyai kendala yang harus selalu dipertimbangkan oleh pembuat kebijakan, agar dalam pelaksanaannya sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan. Untuk itulah diperlukan evaluasi secara berkala mengenai program yang berjalan maupun yang sudah dilakukan, sehingga dapat diketahui kelebihan ataupun kekurangan program tersebut untuk diambil kebijakan selanjutnya mengenai lanjut tidaknya program dilaksanakan.

Ketika mendengar kata evaluasi maka kita sering mengkaitkan dengan suatu kegiatan untuk menilai keseluruhan proses pelaksanaan dari suatu program. Dari kegiatan ini akan diketahui banyak hal penting tentang eksekusi program dilapangan.  Kegiatan evaluasi ini akan mengumpulkan seluruh informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu program. Informasi yang dikumpulkan tidak hanya hal hal positif yang mendukung dari pelaksanaan suatu program namun juga hal yang paling penting adalah untuk mengidentifikasi masalah yang dapat menghambat pelaksanaan dari suatu program.

Kegiatan evaluasi ini tidak hanya terhenti pada proses pengumpulan data dan informasi yang bersifat mendukung maupun menghambat dari pelaksanaan suatu program, namun juga kegiatan evaluasi ini berkaitan dengan bagaimana data dan informasi tersebut dianalisis kesahihannya dan diinterpretasikan sesuai dengan kondisi yang ada. Sehingga kegiatan akhir dari evaluasi ini merupakan seperangkat  data dan informasi yang benar-benar menggambarkan kondisi yang ada dengan keseluruhan detailnya baik faktor negatif maupun positif dari suatu program yang telah dilaksanakan.

Definisi evaluasi banyak sekali dikemukakan oleh para ahli pendidikan dan psikologi, diantaranya adalah :

  1. Wand and Brown mengatakan bahwa evaluasi berarti “…refer to the act or process to determining the value of something”. Pendapat dari Witherington,  Wand and Brown menegaskan pentingnya nilai (value) dalam evaluasi. Padahal dalam evaluasi bukan hanya berkaitan dengan nilai tetapi juga arti atau makna.
  2. Suchman memandang evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan.
  3. Worthen dan Sanders mengatakan evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu; dalam mencari sesuatu tersebut termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program, produksi, prosedur serta alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.
  4. Stufflebeam mengatakan bahwa evaluasi merupakan proses penggambaran, pencarian, dan pemberian informasi yang sangat bermanfaat bagi pengambil keputusan dalam menentukan alternatif keputusan.

Dari pengertian mengenai evaluasi di atas, dapat disimpulkan evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis, pengenalan permasalahan dan pemberian solusi atas permasalahan yang ditemukan. Dalam berbagai hal, evaluasi dilakukan melalui monitoring terhadap sistem yang ada. Namun demikian, evaluasi kadang-kadang tidak dapat dilakukan dengan hanya menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi pada organisasi instansi saja. Data dari luar instansi akan menjadi sangat penting untuk digunakan dalam melakukan analisis dan evaluasi. Dengan demikian, hasil evaluasi akan lebih cepat diperoleh dan tindakan yang diperlukan untuk perbaikan dapat segera dilakukan.

Setiap kegiatan yang dilaksanakan mempunyai tujuan tertentu, demikian juga dengan evaluasi. Tujuan evaluasi berbeda – beda tergantung dari konsep atau pengertian seseorang tentang evaluasi. Menurut Arikunto, ada dua tujuan evaluasi yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum diarahkan kepada program secara keseluruhan sedangkan tujuan khusus lebih difokuskan pada masing-masing komponen. Implementasi program harus senantiasa di evaluasi untuk melihat sejauh mana program tersebut telah berhasil mencapai maksud pelaksanaan program yang telah ditetapkan sebelumnya. Tanpa adanya evaluasi, program-program yang berjalan tidak akan dapat dilihat efektifitasnya. Dengan demikian, kebijakan-kebijakan baru sehubungan dengan program itu tidak akan didukung oleh data. Karenanya, evaluasi program bertujuan untuk menyediakan data dan informasi serta rekomendasi bagi pengambil kebijakan (decision maker) untuk memutuskan apakah akan melanjutkan, memperbaiki atau menghentikan sebuah program.

Menurut Chittenden, evaluasi mempunyai tujuan :

  1. Keeping Track, yaitu menelusuri dan melacak proses belajar mengajar peserta didik sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang ditetapkan
  2. Checking-up, yaitu untuk mengecek ketercapaian kemampuan peserta didik dalam proses pembelajaran dan kekurangan – kekurangan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.
  3. Finding-out, yaitu mencari, menemukan dan mendeteksi kekurangan, kesalahan, atau kelemahan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga guru dapat dengan cepat mencari alternatif solusinya.
  4. Summing-up, yaitu untuk menyimpulkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditetapkan. Hasil penyimpulan ini dapat digunakan guru untuk menyusun laporan kemajuan belajar ke berbagai pihak yang berkepentingan.

Ada empat kemungkinan kebijakan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi sebuah program, yaitu :

  1. Menghentikan program, karena dipandang bahwa program tersebut tidak ada manfaatnya atau tidak terlaksana sebagaimana mestinya
  2. Merevisi program, karena ada bagian – bagian yang kurang sesuai dengan harapan
  3. Melanjutkan program, karena pelaksanaan program menunjukkan bahwa segala sesuatu sudah berjalan dengan harapan dan memberikan hasil yang bermanfaat
  4. Menyebarluaskan program, karena program tersebut berhasil dengan baik, maka sangat baik jika dilaksanakan lagi di tempat dan waktu yang lain.

Daftar Pustaka

Arifin, Zainal. 2009. Evaluasi Pembelajaran, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Arikunto, S., dan Jabar, C.S.A.  2007. Evaluasi Program Pendidikan, cetakan ke – 2, Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Hasan, S. Hamid, 2008.  Evaluasi Kurikulum,  Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Jogiyanto. 1990. Analisis dan Disain Sistem Informasi, Yogyakarta : Andi Offset

Nasution, S, 2006.  Kurikulum dan Pengajaran, Jakarta : Bumi Aksara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: