DI CARI PEMIMPIN YANG AMANAH!!!

brainstorm_conference_PA_sm_wmAmanah berasal dari bahasa Arab, mempunyai akar kata yang sama dengan kata iman dan aman. Secara etimologi dalam bentuk mashdar, dari  amina/aminatan yang berarti jujur, dapat dipercaya atau kredibel. Dalam KBBI. amanah berarti pesan, perintah, keterangan dan wejangan. Hal ini membawa suatu pengertian bahwa orang yang tidak menjalankan amanah berarti tidak beriman dan tidak memberikan rasa aman baik untuk dirinya dan sesama masyarakat. Secara terminologi terdapat beberapa pendapat, di antaranya menurut Ahmad Musthafa Al Maraghi, amanah adalah sesuatu yang dipelihara dan dijaga agar sampai kepada yang berhak memilikinya.

Dari pengertian-pengertian di atas, dapat diambil suatu definisi bahwa amanah adalah menyampaikan hak apa saja kepada pemiliknya, tidak mengambil sesuatu melebihi haknya dan tidak mengurangi hak orang lain baik berupa harga maupun jasa. Berkaitan dengan kepemimpinan, amanah adalah hal yang mutlak diperlukan dalam segala tingkat kepemimpinan, baik pemimpin keluarga, masyarakat, perusahaan maupun pemimpin bangsa.

Hancurnya bangsa, organisasi ataupun lembaga karena belum memiliki pemimpin yang amanah, karena ada yang sering mengatakan sebenarnya jika semua orang memenuhi amanah yang diberikan pada mereka maka dunia ini bisa aman. Pemimpin merupakan salah satu figur bagi suatu kaum baik itu Negara, Bangsa, maupun Agama. Dengan Pemimpin yang jujur, amanah, serta bertanggung jawab maka rakyatpun akan menjadi makmur.

 

Dalam Surat An Nisaa, Allah SWT telah berfirman :

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. “ (An Nisaa 4:138-139)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (Al Maidah(5):57)

 

Dari ayat diatas Allah Swt telah memerintahkan kepada hambanya untuk memilih seorang pemimpin dari golongan orang mu’min, dan bagi mereka yang memilih orang kafir sebagai Pemimpin bagi kaumnya maka mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih. Oleh karena itu pilihlah seorang pemimpin dari golongan mu’min agar kita terhindar dari siksaan Alah Swt.

Selain beriman, seorang pemimpin juga harus adil. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “ada tujuh golongan manusia yang kelak akan memperoleh naungan dari Allah pada hari yang tidak ada lagi naungan kecuali naungan-Nya, (mereka itu ialah):

  1. Imam/pemimpin yang adil
  2. Pemuda yang terus-menerus hidup dalam beribadah kepada Allah
  3. Seorang yang hatinya tertambat di masjid-masjid
  4. Dua orang yang bercinta-cintaan karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah pun karena Allah
  5. Seorang pria yang diajak (berbuat serong) oleh seorang wanita kaya dan cantik, lalu ia menjawab “sesungguhnya aku takut kepada Allah”
  6. Seorang yang bersedekah dengan satu sedekah dengan amat rahasia, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya
  7. Seorang yang selalu ingat kepada Allah (dzikrullâh) di waktu sendirian, hingga melelehkan air matanya.

(HR. Bukhari dan Muslim)

“Hai orang-orang yang beriman! Tegakkanlah keadilan sebagai saksi karena Allah. Dan janganlah rasa benci mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena itu lebih dekat dengan taqwa…” (Q.s. Al-Maidah 5: 8)

Pilih pemimpin yang amanah, sehingga dia benar-benar berusaha mensejahterakan rakyatnya. Bukan hanya bisa menjual aset negara atau kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Pilih pemimpin yang cerdas, sehingga dia tidak bisa ditipu oleh anak buahnya atau kelompok lain sehingga merugikan negara. Pemimpin yang cerdas punya visi dan misi yang jelas untuk memajukan rakyatnya.

Lalu bagaimana melahirkan atau mencari pemimpin yang amanah?? Yang pastinya jangan pesimis! layaknya Bahan TAMBANG dia berada dibawah perut bumi, kita perlu mengangkat dan memaksanya keluar, layaknya EMAS, menambangnya begitu susah tetapi emas tetap saja kita temukan. Begitupun pemimpin amanah mereka ada dan kita perlu menemukan mereka dan menyuruh mereka menggantikan pemimpin yang tidak lagi amanah. Disisi lain penciptaan generasi muda yang bersih dan peduli perlu kita lakukan dari sekarang, artinya sistem kaderisasi kepemimpinan amanah perlu kita produk dari sekarang, setidaknya kita tidak mungkin menciptakan orang yang sangat mirip kepemimpinannya seperti Rasulullah saw, tapi kita bisa mengkader calon pemimpin yang bisa mencontohi Rasulullah saw, kita juga berharap Indonesia bisa bangkit lagi dengan pemimpin yang lebih baik. Allahuallam Bissawab

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: