MAU BANGET IKUT UJIAN NASIONAL?? (IRONI PENDIDIKAN INDONESIA)

lulus_unPendidikan di Indonesia mengalami ujian kembali dengan kisruhnya pelaksanaan ujian nasional yang dimulai pada bulan April sampai Mei nanti. Kisruh ujian nasional sebenarnya dimulai jauh sebelum pelaksanaannya. Banyak pihak yang selalu kontra ujian nasional dengan berbagai macam alasan, seperti : ujian nasional tidak memperhatikan proses pembelajaran selama ini (tiga tahun untuk sekolah menengah dan enam tahun untuk sekolah dasar), fasilitas sekolah dan sumber daya guru yang tidak sama pada setiap sekolah dan daerah menyebabkan ujian nasional tidak sesuai dengan rasa keadilan bagi peserta didik, pemborosan biaya ujian nasional, banyaknya kebocoran ujian nasional, dan hasil ujian nasional yang tidak dapat digunakan sebagai tolak ukur kemajuan pendidikan nasional.

Dari alasan yang ada, saya tertarik dengan adanya kebocoran ujian nasional yang sering bahkan selalu terjadi pada setiap pelaksanaan ujian nasional baik pada tingkat dasar maupun menengah. Kebocoran ujian nasional terlihat dilakukan dengan rencana, sistematis, dan terorganisir baik dilakukan oleh oknum pejabat dinas pendidikan, oknum sekolah, oknum masyarakat, bahkan oknum peserta didik pun melakukannya.

Kebocoran dilakukan biasanya dimulai dengan pemberian kisi-kisi soal terbitan dinas pendidikan, pelaksanaan uji coba ujian nasional yang dilakukan baik tingkat nasional maupun sekolah. Biasanya dalam pelaksanaan uji coba ujian nasional diberikan soal-soal yang mungkin mirip atau ada beberapa soal yang bisa jadi keluar pada saat ujian nasional dengan hanya mengganti angka saja, bahkan ada beberapa lembaga bimbingan belajar yang membocorkan soal-soal ujian nasional walaupun kadang sulit dibuktikan dari mana mereka mendapatkan soal-soal tersebut.

Selanjutnya potensi yang mungkin terjadinya kebocoran ujian nasional adalah pada saat pencetakan soal. Penunjukkan percetakan yang mencetak ujian nasional pun menjadi tanya tanya, kenapa percetakan dilakukan di Jakarta saja? Apa tidak terpikirkan sulitnya pendistribusian ke daerah-daerah di Indonesia yang sangat luas?. Dan akhirnya hal itu terjadi ketika pihak percetakan tidak sanggup menyelesaikan target mencetak soal pada waktunya ditambah terlambatnya soal yang sampai ke daerah-daerah sehingga terjadi pengunduran jadwal ujian nasional yang tentunya peserta didiklah korbannya.

Tidak hanya lambatnya pendistribusian soal yang terjadi, banyaknya soal yang salah cetak ataupun salah dibagikan menjadi potensi kebocoran ujian nasional. Peserta didik yang harusnya menerima soal Bahasa Indonesia pada hari pertama mendapatkan soal yang tidak sesuai bahkan ada yang mendapatkan soal yang harusnya diberikan pada hari selanjutnya. Kejadian ini semakin menguatkan adanya unsur kesengajaan dari oknum-oknum tertentu yang menginginkan kisruhnya ujian nasional atau mungkin berusaha membuat ujian nasional dianggap tidak layak dilaksanakan.

Permasalah kebocoran makin dibakar oleh pernyataan-pernyataan para tokoh yang kontra yang tidak setuju dengan ujian nasional dengan memberikan pernyataan yang membuat para pendidik dan peserta didik menjadi takut dengan adanya pelaksanaan ujian nasional. Dengan mengambil langkah penyelamatan para pendidik melakukan langkah yang salah dalam mengantisipasi ujian nasional. Beberapa kecurangan yang mungkin dilakukan oleh oknum sekolah adalah

  1. Menaikkan nilai sekolah para peserta didik sehingga proses pembelajaran selama tiga tahun seperti hilang ditelan bumi. Biasanya pimpinan sekolah menekan para guru untuk mau menaikkan nilai peserta didik. Jika para guru tidak bersedia maka akan ada “tim sukses” untuk menaikkan nilai yang dibentuk oleh pihak sekolah. Nilai peserta yang tadinya mungkin hanya berada pada batas KKM menjadi melambung jauh demi “kebaikan” peserta didik dan “nama baik” sekolah.
  2. Adanya bantuan pihak sekolah dalam ujian nasional dengan memberikan jawaban soal. Mudah-mudahan dengan sistem 20 paket soal tidak terjadi lagi hal ini karena sangat merugikan mental peserta didik yang tidak mau berjuang untuk dirinya dan mengandalkan orang lain. Lebih kasihan lagi para peserta didik yang sudah rajin dan mempersiapkan diri akan menjadi tidak bersemangat melihat usaha mereka menjadi tidak berguna lagi.
  3. Adanya pengarahan untuk para pengawas ujian dilakukan oleh pihak sekolah bukan untuk menertibkan agar ujian nasional berjalan sesuai aturan atau tata tertib, tetapi para pengawas diminta “mengamankan” pelaksanaan ujian nasional agar seluruh peserta didik sekolah tersebut lulus. Apabila para pengawas tidak melakukan sesuai dengan keinginan pihak sekolah maka pihak sekolah akan memberitahu pimpinan sekolah asal pengawas bahwa guru-guru mereka “mengganggu” pelaksanaan ujian nasional. Yang lebih parah lagi adalah adanya instruksi balas dendam terhadap peserta didik sekolah asal pengawas yang dianggap merugikan.
    1. Pengawas diminta tidak menegur atau memberikan catatan ketika ada peserta didik yang melakukan kecurangan seperti mencotek
    2. Sering adanya amplop soal yang segelnya sudah dirusak dan hanya dilem atau dilakban saja
    3. Lembar jawaban setelah selesai ujian nasional tidak dapat langsung disegel oleh pengawas karena pihak sekolah ingin menfotocopy dengan alasan akan melakukan pengecekan terhadap LJK peserta didik
  4. Apabila kedua hal di atas gagal dilakukan, maka pihak sekolah akan mengirim “utusan tim sukses” ke tempat pemeriksaan ujian nasional agar peserta didik yang dapat lulus sesuai dengan KKM.

Dari kondisi tersebut, terlihat adanya upaya yang sangat “baik” dalam usaha menggagalkan salah satu cara mengetahui MUTU PENDIDIKAN di Indonesia. Inilah yang menurut saya permainan mafia pendidikan yang berusaha merusak pendidikan di Indonesia. Saya berharap kisruhnya pelaksanaan ujian nasional pada tahun ini menjadi pelajaran kepada seluruh pihak agar dapat memperbaiki pelaksanaan ujian nasional menjadi lebih baik lagi. UJIAN NASIONAL harus tetap DILAKSANAKAN setiap tahun karena ini merupakan salah satu cara mengevaluasi baik tidaknya pendidikan di Indonesia, hanya saja persiapan dan pelaksanaanya harus lebih dioptimalkan lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: