PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA

sukses_15Perencanaan merupakan sunatullah. Karena sesungguhnya Allah menciptakan alam semesta ini dengan hak dan perencanaan yang matang, sebagaimana firman Allah Subhanahuata’ala dalam QS Shaad 38:27 sebagai berikut:

Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu Karena mereka akan masuk neraka.

Kebutuhan terhadap perencanaan SDM mungkin langsung terlihat dalam perusahaan yang berjalan biasa-biasa saja. Banyak orang mungkin akan bertanya, jika suatu perusahaan memerlukan karyawan baru sesuai dengan kualifikasi tertentu dalam praktiknya mengapa sulit mendapatkannya. Sebenarnya kebutuhan SDM dalam perusahaan sukar dipenuhi secepatnya atau semudah yang  tersirat dalam pikiran. Perusahaan yang tidak memiliki perencanaan SDM-nya sering kali akan menemukan masalah di kemudian hari ketika mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan segera sesuai dengan tujuan dari perusahaan secara efisien dan efektif.

Ada beberapa keuntungan bagi perusahaan (terutama perusahaan besar) yang menggunakan perencanaan SDM yaitu:

  1. Integrasi yang strategis antara permintaan dan jumlah staf yang ada.
  2. Pemanfaatan SDM yang tersedia secara efektif.
  3. Persaingan SDM dan sasaran perusahaan masa depan tepat guna.
  4. Hemat secara ekonomi dalam penerimaan para pegawai baru.
  5. Memperluas informasi SDM sesuai dengan kegiatan SDM dan unit organisasi lain.
  6. Permintaan dalam jumlah besar pada pasar tenaga kerja lokal akan terpenuhi.
  7. Koordinasi program SDM dan kebutuhan yang tersedia.

Bagi perusahaan kecil mungkin juga ada keuntungannya. Namun, dalam kenyataannya keuntungan yang diperoleh dengan adanya perencanaan SDM tersebut tidak seimbang dengan waktu dan biaya yang dikeluarkan.

Tujuan Perencanaan sumber daya manusia

  1. Untuk menentukan kualitas dan kuantitas karyawan yang akan mengisi semua jabatan dalam perusahaan
  2. Untuk menjamin tersedianya tenaga kerja masa kini maupun masa depan se hingga setiap pekerjaan ada yang mengerjakannya
  3. Untuk menghindari terjadinya mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas
  4. Untuk mempermudah koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi (KIS) sehingga produktivitas kerja meningkat
  5. Untuk menghindari kekurangan dan atau kelebihan karyawan.
  6. Untuk menjadi pedoman dalam menetapkan program penarikan, seleksi, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian karyawan.
  7. Menjadi pedoman dalam melaksanakan mutasi (vertikal atau horizontal) dan pensiun karyawan.
  8. Menjadi dasar dalam melakukan penilaian karyawan.

Tiada manusia, perusahaan, pemerintah, atau organisasi apa pun yang tidak memiliki perencanaan, sehingga semakin disadari betapa pentingnya perencanaan SDM bagi perusahaan sehingga pada dasarnya perencanaan merupakan:

  1. kegiatan berpikir karena merencanakan berarti melibatkan diri pada kegiatan konseptual
  2. sebelum tindakan dilakukan;
  3. pengambilan keputusan tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan;
  4. meletakkan dasar-dasar yang rasional untuk berbagai usaha/kegiatan masa depan
  5. dengan tujuan memengaruhi, mengendalikan perubahan yang diduga akan terjadi;
  6. proses seleksi dan usaha/upaya mengaitkan antarfakta dengan asumsi dalam penyusunan program kerja yang dirasa perlu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya;
  7. usaha persiapan yang terarah dan sistematis tentang berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan;
  8. upaya mencapai tujuan perusahaan secara maksimal, serta lebih menjamin bahwa bagi perusahaan dapat tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai kedudukan, jabatan dan pekerjaan yang tepat pada waktu yang tepat, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran yang telah dan akan ditetapkan, sebagaimana firman Allah Subhanahuata’ala dalam QS Al-Thariq 86:16

Dan akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.

Dengan demikian, jelaslah bahwa perencanaan SDM yang baik, bila memenuhi beberapa kriteria, seperti:

  1. perencanaan SDM berkaitan langsung dengan tujuan yang hendak dicapai perusahaan, karena pada dasarnya sasaran perusahaan adalah mencapai tujuan yang telah ditetapkan;
  2. perencanaan merupakan keputusan saat ini untuk tujuan yang akan datang;
  3. perencanaan selalu meliputi keputusan tentang kegiatan atau tindakan yang akan dilakukan;
  4. perencanaan merupakan perhitungan yang akurat, teruji, fleksibel, dapat dipertanggungjawabkan, secara periode dievaluasi untuk kemungkian dilakukan penyesuaian bila diperlukan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Manfaat yang dapat dipetik melalui perencanaan SDM, secara mantap yaitu:

  1. Perusahaan dapat memanfaatkan SDM yang ada dalam perusahaan secara lebih baik.
  2. Melalui perencanaan SDM yang matang, efektivitas kerja juga dapat lebih ditingkatkan apabila SDM yang ada telah sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  3. Produktivitas dapat lebih ditingkatkan apabila memiliki data tentang pengetahuan,
  4. pekerjaan, pelatihan yang telah diikuti oleh SDM. Dengan mengikutsertakan karyawan dalam berbagai pendidikan dan pelatihan, akan mendorong karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerjanya.
  5. Perencanaan SDM berkaitan dengan penentuan kebutuhan akan tenaga kerja di masa depan, baik dalam arti jumlah dan kualifikasinya untuk mengisi berbagai jabatan dan menyelenggarakan berbagai aktivitas baru kelak.
  6. Salah satu segi manajemen SDM yang dewasa ini dirasakan semakin penting ialah penanganan informasi ketenagakerjaan, informasi demikian mencakup banyak hal.
  7. Bentuk rencana yang disusun dapat disesuaikan dengan situasi pasaran kerja tersebut.
  8. Rencana SDM merupakan dasar bagi penyusunan program kerja bagi satuan kerja yang menangani SDM dalam perusahaan.
  9. Mengetahui pasar tenaga kerja. Pasar kerja merupakan sumber untuk mencari calon-calon SDM yang potensial untuk diterima (recruiting) dalam perusahaan.
  10. Acuan dalam menyusun program pengembangan SDM.

Perlu pula diketahui bahwa tahap yang paling kritis dari perencanaan SDM adalah penyusunan program, untuk itu ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan program yaitu:

  1. Menghasilkan program alternatif berdasarkan model SDM yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
  2. Mengevaluasi berbagai alternatif yang dihasilkan berdasarkan lima kriteria yaitu: (a)kemungkinan untuk sukses; (b)kemungkinan gagal; (c)antisipasi besarnya biaya; (d)kelayakan teknis dari tindakan; dan (e)kemungkinan dampaknya terhadap departemen lain dari perusahaan.
  3. Memutuskan untuk melaksanakan seperangkat program yang terintegrasi berdasarkan pencapaian tujuan SDM seefisien, seefektif dan seproduktif mungkin.

Dalam perencanaan SDM, ada empat langkah pokok, yaitu:

  1. Perencanaan untuk kebutuhan masa depan

Beberapa orang dengan kemampuan apa yang dibutuhkan perusahaan untuk dipertahankan selama suatu jangka waktu yang dapat diperkirakan di masa depan.

  1. Perencanaan untuk keseimbangan masa depan

Berapa banyak SDM yang ada sekarang yang dapat diharapkan tetap tinggal dalam perusahaan? Selisih antara angka ini dengan angka yang akan dibutuhkan oleh perusahaan membawa langkah berikutnya.

  1. Perencanaan untuk pengadaan dan seleksi atau pemberhentian sementara. Bagaimana perusahaan dapat mencapai jumlah SDM yang akan diperlukan.
  2. Perencanaan untuk pengembangan

Bagaimana seharusnya pelatihan dan penyesuaian SDM dalam perusahaan diatur sehingga perusahaan akan terjamin dalam hal pengisian yang kontinu akan tenaga-tenaga yang berpengalaman dan berkualitas.

 

Tantangan dalam Perencanaan sumber daya manusia

  1. Tantangan Eksternal

Yang dimaksud dengan tantangan eksternal adalah berbagai hal yang pertumbuhan ataupun perkembangannya berada di luar kemampuan perusahaan untuk mengendalikannya, meskipun demikian dalam pelaksanaannya harus diperhitungkan mengingat setiap perubahan yang terjadi secara eksternal tentu akan berdampak terhadap perusahaan.

  1. Tantangan Internal

Tantangan internal di sini adalah suatu kondisi ataupun rintangan/halangan yangbersumber dari dalam perusahaan dan dalam jangkauan manajemen untuk mengatasinya.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan perencanaan SDM yaitu meliputi:

  1. Munculnya perencanaan SDM menunjukkan semakin meluasnya misi dan fungsi SDM.
  2. Peran-peran staf baru yang purna waktu yang mulai ada pada beberapa perusahaan adalah untuk menyediakan dukungan, petunjuk bagi praktik manajerial dalam perencanaan SDM.
  3. Profesional manajemen SDM mengisi berbagai peran, bergantung pada tugas dan prioritas organisasi. Tujuan kategori dasar aktivitas, yang menghadirkan peran utama merupakan hal yang biasa dalam pengkajian manajemen SDM.
  4. Aktivitas yang di-checklist dalam kegiatan manajemen SDM menunjukkan peran tertentu yang harus ditunjukkan.
  5. Keterampilan dan peran konsultasi adalah sangat penting dalam memengaruhi pelaksanaan perubahan dalam manajemen SDM.

 

Sumber :

Rivai, Veithzal. 2009. Islamic Human Capital Manajemen Sumber Daya Islami. Jakarta : Rajawali Pers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: