TOTAL QUALITY MANAGEMENT

brainstorming_huddle_PA_sm_wmKamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada  yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali-Imran [3]: 110)

Pada dasarnya penyebab rendahnya produktivitas karyawan pada umumnya disebabkan oleh empat kemungkinan berikut.

  1. Disebabkan karena kurang memiliki keterampilan (skill). Biasanya orang kurang terampil dalam pekerjaan karena pendidikan yang rendah.
  2. Kurangnya sarana penunjang. Hal ini terjadi karena kurangnya alat kerja (seperti kurangnya peralatan, mesin, kertas, penerangan, pengangkutan).
  3. Tingkat kesehatan dan gizi karyawan yang kurang diperhatikan, akibatnya akan mudah jatuh sakit sehingga dapat mengganggu produktivitas kerjanya.
  4. Rendahnya tingkat upah dan sistem pengupahan yang tidak mengandung sistem pemberian insentif bagi karyawan yang berprestasi baik.

Konsep Total Quality Management (TQM) saat ini telah banyak dikenal orang. Filosofi mendahulukan kepentingan pelanggan sudah menjadi hal yang akrab di kalangan pelaku bisnis saat ini. Demikian pula dengan mengintegrasikan konsep total manajemen ini dengan kebijakan lingkungan. Upaya untuk itu telah memunculkan apa yang kemudian disebut Total Quality Environmental Management.

Allah Subhanahuata’ala adalah Sang Pencipta yang Mahasempurna. Kesempurnaan ini membentuk sebuah sistem yang tanpa cacat. Isyarat tanpa cacat yang memberikan inspirasi ini tertera dalam Firman-Nya pada surah Al-Mulk [67]: 3-4)

Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat? Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.

Terdapat beberapa definisi TQM sebagai berikut

  1. Tobin (1990) mendefinisikan TQM sebagai usaha terintegrasi total untuk mendapatkan manfaat kompetitif dengan cara terus-menerus memperbaiki setiap faset budaya.
  2. Witcher (1990) menekankan pada pentingnya aspek-aspek TQM menggunakan penjelasan berikut.
  3. Total: Menandakan bahwa setiap orang dalam perusahaan harus dilibatkan (bahkan mungkin pelanggan dan para pemasok).
  4. Quality: Mengindikasikan bahwa keperluan-keperluan pelanggan sepenuhnya dipenuhi.
  5. Management: Menjelaskan bahwa eksekutif senior pun harus komit secara penuh.

 ISO 8402 mendefinisikan mutu sebagai: totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang bersandar pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau diimplikasikan. Mengikuti penjelasan ISO tersebut, manajemen mutu dapat dijelaskan sebagai aspek keseluruhan dari fungsi manajemen yang menentukan dan mengimplementasikan kebijakan mutu. Terdapat delapan hal kunci keberhasilan perbaikan kinerja berbasis mutu seperti disebutkan dalam ISO 9001:2000, yaitu delapan prinsip-prinsip manajemen mutu:

  1. Fokus pada konsumen: satu tergantung pada pelanggan.
  2. Kepemimpinan: Kepemimpinan menentukan kesatuan arah dan maksud.
  3. Keterlibatan semua orang. Orang di semua tingkatan adalah inti dari keberhasilan dan keterlibatan penuh mereka memungkinkan untuk digunakan bagi kemanfaatan.
  4. Pendekatan proses. Hasil yang diharapkan dapat dicapai secara lebih efisien ketika aktivitas dan sumber daya yang berhubungan dengannya dikelola sebagai suatu proses.
  5. Pendekatan sistem pada manajemen.
  6. Perbaikan terus-menerus. Perbaikan terus-menerus pada kinerja keseluruhan harus menjadi sasaran permanen.
  7. Pendekatan proses pengambilan keputusan. Keputusan-keputusan efektif didasarkan pada analisis data dan informasi.
  8. Hubungan dengan pemasok dengan prinsip saling menguntungkan.

 

Manajemen mutu didasarkan pada pengertian komprehensif  pada  apa  itu  mutu,  apa  yang  mendorong  orang-orang,  dan  fakta  yang memengaruhi tingkah  laku sebagai dasarnya (Hardjono, 1996). Tanpa mengesampingkan subjek seperti proses kerja, kontrol dan prosedur, mereka telah menambahkan porsi lebih besar pada cara pengelolaan yang berfokus pada orang.

Manajemen sebagai tugas membentuk kebiasaan orang dan menciptakan lingkungan  yang  memungkinkan untuk  mengambil  inisiatif,  bekerja  sama,  dan belajar. Dalam hal, proses mengelola bukan sebagai proses mekanistik, melainkan sebagai proses berfokus orang yang diarahkan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan mengarahkan dan mengembangkan orang  tersebut.

Sasaran spesifik tergantung pada karakter masalah utamanya dan fokus perhatiannya. Kategori-kategori utama sasaran tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Memperbaiki hasil bisnis (meningkatkan nilai materiil).
  2. Meningkatkan fokus pelanggan (meningkatkan nilai komersial).
  3. Mengembangkan budaya dan kepemimpinan (meningkatkan nilai    sosialisasi).
  4. Merangsang pengembangan  orang  secara  kolektif  (meningkatkan  nilai  intelektual kolektif). Mendemonstrasikan hal tersebut dengan:
  5. mendirikan perbaikan berkelanjutan;
  6. mengembangkan dan mengimplementasikan strategi baru.

Sumber :

Rivai, Veithzal. 2009. Islamic Human Capital Manajemen Sumber Daya Islami. Jakarta : Rajawali Pers

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: