MANUSIA YANG SEPERTI BINATANG

2_catsHidup ini pilihan sahabatku, “Maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah dia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah dia kafir” (Al-kahfi:29). Mau mu’min silahkan, mau kafir juga silahkan, mau tahajjud silahkan, mau tidur lelap juga silahkan atau begadang semalam suntuk, mau jujur silahkan, mau dusta juga silahkan, mau makan yg halal silahkan, mau makan yg haram silahkan, mau nikah silahkan, mau berzina silahkan, mau menutup aurat silahkan, mau tidak juga silahkan, mau berbhakti pada orang tua silahkan, mau durhaka juga silahkan…

Tetapi INGAT! Segala pilihan perbuatan ada konsekwensinya. Sungguh sangat BERBEDA mereka yg BERIMAN yg SUNGGUH SUNGGUH TAAT dg mereka yg maksiat. “Sesungguhnya mereka yg beriman yg disibukkan dg kebaikan akan meraih Syurga dg segala kenikmatannya, dan sesungguhnya mereka yg asyik dg dosa ma’siyat akan masuk neraka jahannam dg segala dahsyat siksanya” (QS Al Infithor : 13-14).

Wasiat Malaikat Jibril kepada Rasulullah yg menjadi wasiat untuk umatnya, “Silahkan engkau berbuat sesukamu, sesunguhnya engkau akan mendapatkan ganjaran atas perbuatanmu!”. jadi, JANGAN karena ENAK MAKSIAT SESAAT lalu MENDERITA BERKEPANJANGAN KELAK!  “Ya Allah yg Menguasai setiap hati, tetapkanlah hati kami dalam keni’matan TAAT…aamiin”.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang mulia, namun mereka bisa saja tidak beda dengan binatang, bahkan bisa lebih rendah lagi martabatnya. Ketika manusia disebutkan seperti binatang, salah satu yang harus kita pahami adalah bahwa binatang itu memiliki orientasi materi dan kesenangan syahawat. Di dalam Al-Qur’an, paling tidak ada tujuh nama binatang untuk menyebutkan karakter manusia yang jelek.

  1. SEPERTI ANJING

 Anjing sangat tunduk, patuh dan setia pada siapa pun yang memberi makan dan minum, meski pun dia seorang penjahat. Manusia yang seperti anjing tidak mau tunduk kepada ayat-ayat Al-Qur’an yang telah diturunkan, dihalau atau tidak ia akan tetap menjulurkan lidahnya. Allah swt. berfirman:

“Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat) nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berfirkir.” (Al-A’raaf: 176)

  1. SEPERTI BINATANG TERNAK

Binatang ternak tidak memiliki keistimewaan, nilai jualnya hanya terletak pada beratnya, sedang binatang peliharaan karena kelebihan atau keistimewaan. Bila manusia seperti binatang ternak, kedudukannya sudah begitu randah dari binatang peliharaan. Allah berfirman: “Dan sungguh, akan Kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan, (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (Al-A’raaf: 179)

  1. SEPERTI KERA

Kera atau monyet adalah binatang yang serakah, keserakahan membuat orang-orang

Yahudi melanggar ketentuan Allah set., sebagaimana firman-Nya:
“Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran diantara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, Jadilah kamu kera yang hina!.” (Al-Baqarah: 65)

Sesudah mereka melakukan pelanggaran, mereka pun tidak merasa bersalah, bahkan membanggakan kesalahan itu. Allah swt. berfirman: “Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka,’ Jadilah kamu kera yang hina!.” (Al-A’raaf: 166)

  1. SEPERTI BABI

 Babi bukan hanya senang dengan kotoran, tetapi juga tidak memiliki rasa cemburu, ia akan membeiarkan saja perbuatan tidak senonoh yang dilakukan pihak lain terhadap keluarganya, begitulah bila manusia memiliki karakter babi dalam dirinya. Allah swt. berfirman: “Katakanlah (Muhammad),’Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah?, Yaitu orang yang dilaknat dan dimurkai ALlah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Thagut.’ Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” (Al-Maa’idah: 60)

  1. SEPERTI LABA-LABA

Dalam hidup ini, banyak manusia yang berlindung kepada selain Alah. Mereka membentengi diri denganbangunan-bangunan yang mereka persenjatai denga persenjataan yang camggih, bahkan ada yang melindungi dirinya dengan setan dengan jampi-jampi, jimat-jiamt, isim-isim dan sebagainya mereka sudah merasa kuat dan lemah, negitullah manusia model laba-laba. Allah swt. berfirman:
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.” (Al-Ankabuut: 41)

  1. SEPERTI NYAMUK

 Perumpamaan berupa nyamuk mengisyaratkan kepada kita jangan sampai kita menjadi seperti nyamuk, yakni keberadaannya tidak disukai karena suka mengganggu, mencari nafkah dengan menyakiti hak orang lain dan bila makan secara berlebihan hingga akhirnya mati. Allah swt. berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebesaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata,’Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?’ Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang orang fasik.” (Al-Baqarah: 26)

  1. SEPERTI KELEDAI

Keledai melambangkan kebodohan karena tidak konsekuen, ajaran yang datang dari Allah diyakini, tetapi diabaikannya. Allah swt. berfirman:
“Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” 
(Al-Jumu’ah: 5)

ketika manusia menelantarkan fungsi hati, mata dan telinga, maka ia disamakan seperti binatang yang tidak berhati dan berakal.

Tampilan oke, parlente, semua pernak-pernik dan hiasan dunia menempel di tubuhnya, namun perilakunya bak binatang. Seperti pejabat yang menjarah dan mengorupsi uang rakyat milyaran rupiah dan membiarkan sebagian rakyatnya mengidap busung lapar dan gizi buruk. Contoh lain, orang yang merekam perbuatan mesumnya dengan pacarnya dan istri orang lain lalu perbuatan asusilanya itu ditonton oleh sekian juta mata. Mereka bagai binatang, tak berhati tak berakal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: